Menatap Hari Esok

syiah

Semoga bermanfaat, baca smpe selesai ya…!!

Kisah Aisyah ini terjadi pada hari Senin (15/9/14) di kota Medan, sebelum dia pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan membawanya ke pengajian.

Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada sepupunya
Siapa mereka?

Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA.
Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat islami,
dia berkata: nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian yang tertutup (jilbab besar).

Sepupunya menimpali: Tapi pemahaman mereka beda dengan pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah.

Aisyah pun bertanya: Memang bagaimana perbedaannya?
Sepupunya menjawab: Lebih baik kau bicara sendiri dengan mereka.

Aisyah menjawab: Tapi aku sedang ada pengajian.
Sepupunya berkata: Sebentar saja, setidaknya kau bisa mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka.

Baiklah kata Aisyah.

Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan mengucapkan salam.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.

Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya,: Kalian syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.

Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-wanita Syiah..

Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.

Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian punya waktu?

Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.

Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.

Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke rumahmu?

Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna

Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..

Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna, sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari Islam.
Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.

Setelah selesai shalat Isya’ beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya, berjubah putih dan imamah hitam.

Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.
Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung mempersilahkan mereka masuk rumah.

Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.
Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk?

Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani kalian.
Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.
Singkat cerita, setelah basa basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa?

Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila, kenapa ya ukht?

Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na’udzu billah min dzalik
Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukht?
Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab ………. (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin Aisyah).

Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat suara.

Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina, semoga Allah membakarnya di neraka.

Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?
Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas.
Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?
Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur, ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma’rifat rijal kalau Aisyah tidak salah ingat.
dan Aisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat, sampai telinga ini seperti sudah bengkak.
Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya.

Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar.
Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung menjawabnya.

Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.

Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya bawa hehe.

Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..

Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.

Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Halaman berapa?

Aisyah: 150 no 111

Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?

Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.

Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
“Yaa ‘Aliy anta washiyyi ‘ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa ‘ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana bari’un minha”.

Ustadz Syiah hanya bergumam

Aisyah: Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Aisyah: Isi wasiat ini adalah
“wahai ‘Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar.”
Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.

Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah?

Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..

Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat?

Ustadz Syiah: Ya benar.

Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga??

Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.

Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?

Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.
Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.
Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.

Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu.
Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.
Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar, diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?

Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang menunaikan haji wada’ disertai beberapa orang sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah: “Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin..”
Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz?

Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan imam Ali membai’at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa ‘Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?

Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.

Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?

Ustadz: Ada, shahih jiddan (sekali).

Aisyah: Bagaimana bunyinya?

Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.

Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru saja ustadz sebutkan?

Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.

Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???
Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang tapi malu.

Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu Bakar, Umar & Utsman … Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.

Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

Ustadz Syiah: Allahu a’lam, saya permisi dulu.

Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita syiah)?
Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: “Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya”

Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya pamit.
Wassalamu ‘alaikum..

Kami: Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Selesai. (iz)

Sumber: Status FB Aisyah Salsabila.

Tambahan : Taqiyah itu berpura-pura / Seperti bunglon

Iklan

Institut Kemandirian

Profil Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

Pengangguran dan kemiskinan, dua masalah bangsa yang tak kunjung selesai. Berbagai program dan aksi terus digulirkan banyak pihak untuk mengatasinya. Tapi semua itu belumlah cukup. Diperlukan program dengan efektifitas super tinggi untuk mengentaskan dua masalah tersebut. Dompet Dhuafa Republika mencoba membuat role model solusinya dengan mendirikan Institut Kemandirian pada 23 Mei 2005. Mottonya adalah “Solusi Cerdas Pengentasan Pengangguran dan Kemiskinan“.

Dompet Dhuafa Republika mengundang berbagai pihak baik perorangan atau lembaga untuk mewujudkan rencana tersebut. Publikasi dilakukan melalui Harian umum Republika. Sambutan masyarakat sangat positif terbukti dengan banyaknya proposal yang masuk.

Dompet Dhuafa Republika melakukan seleksi yang ketat terhadap Manajemen Institut Kemandirian. Tim seleksi terdiri dari Pak Eri Sudewo, Ibu Dewi Motik Pramono, Pak Wahyu Saidi, dan Manajemen Dompet Dhuafa. Dari 90 orang/lembaga yang mengirimkan proposal dan dari 9 orang yang presentasi, akhirnya terpilih Pak Zainal Abidin sebagai pimpinan Manajemen Institut Kemandirian tahun 2005. Tim Manajemen kemudian diperkuat Supardi Lee, Hikmawan A. Hasan, Isnadi Syukri, Irman Cahyadi, Neneng Halimatusa’diah, Andriyani Hapsari, Sunaryo, Mukmin, dan Herman.

Program pertama yang digulirkan adalah Pelatihan Kewirausahaan satu minggu penuh, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan Teknisi Otomotif Sepeda Motor, Keterampilan Menjahit, Keterampilan Memasak/Catering, Keterampilan Perkayuan/Produksi Mainan Edukatif berbahan Kayu. Setelah satu tahun, lalu ditambah dengan Pelatihan Keterampilan Teknisi Elektromotor.

Pada dua tahun pertama, Institut Kemandirian menempati tempat di Gedung Wakaf dari Yayasan Al Hamidiyah yang berkedudukan di Jl. Kecapi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejak tahun 2007, Institut Kemandirian pindah lokasi ke Gedung Yayasan Matsushita Gobel di Komplek Pabrik PT. Panasonic Manufacturing Indonesia yang beralamat di Jalan Raya bogor Km. 29, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pada bulan September tahun 2010, Institut Kemandirian menempati tanah dan Gedung wakaf dari bapak Amir Rajab Batubara dan Ibu Romlah Nasution, serta Kompleks Wakayapa yang berada di belakangnya. Kampus tersebut diresmikan oleh Bapak Jusuf Kalla pada tangal 11 Januari 2011. Kampus beralamat di JL. Zaitun Raya, Islamic Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Terhitung mulai tahun 2012 Institut Kemandirian mengubah konsep dengan semi asrama. Pembentukan dan membangun karakter dilakukan di pembinaan asrama.

Posisi Institut Kemandirian

  • Institut Kemandirian adalah salah satu jejaring Dompet Dhuafa Republika
  • Posisi unik Institut kemandirian dalam jejaring di bawah payung Dompet Dhuafa, sebagai interface di antara jejaring sosial, pendidikan dan jejaring ekonomi, mengkondisikan Institut kemandirian sebagai pintu utama perubahan mustahik menjadi muzakki

 

Visi, Misi, Tujuan dan Target

 

Institut Kemandirian memiliki Visi “Menjadi lembaga rujukan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia dengan membentuk generasi mandiri dan berkarakter”.

Misi dari Institut Kemandirian terdiri dari 4 (empat) poin penting, yaitu :

  1. Membangun lembaga yang berkualitas dari sisi sistem manajemen, SDM dan Sarana Prasarana
  2. Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan berbasis keterampilan aplikatif, kewirausahaan sosial serta pembentukan karakter secara terintegrasi dan berkelanjutan
  3. Mengelola dan mewadahi alumni diklat Institut Kemandirian untuk mengembangkan potensi kemandiriannya
  4. Turut Serta Membangun kesadaran masyarakat untuk mandiri

Tujuan lembaga ini adalah untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan di negeri ini (Indonesia). Tujuan tersebut diraih melalui pelaksanaan program pelatihan keterampilan teknis dan entrepreneurship (manajemen dan bisnis).

Dalam pengelolaan program, kami membagi ke dalam 2 (dua) lingkup besar Program:

  1. Program Reguler : Program yang bersumber dari dana zakat yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa.
  2. Program Kemitraan : Program yang bersumber dari dana non zakat, seperti CSR Perusahaan, PKBL BUMN, dan dana kemitraan non zakat lainnya.

PROGRAM REGULER

Pelatihan reguler merupakan pelatihan yang diselenggarakan oleh Institut Kemandirian dengan dana zakat dari Dompet Dhuafa. Penerima manfaatnya sesuai syariah Islam adalah 8 asnaf yang disebutkan dalam Al Quran Surat At-Taubah:60,

Sesungguhnya zakat-zakat ini, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk orang-orang yang berhutang, untuk di jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Lokasi pelatihan pada umumnya dilakukan di kampus Institut Kemandirian di Karawaci, namun dapat pula dilakukan di daerah-daerah. Pada tahun 2014, Institut Kemandirian membuka pelatihan-pelatihan di daerah Banten (kota Serang & Cilegon), Jawa Barat (kota Bandung), Jawa Tengah (kota Semarang), Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Bojonegoro), Riau (kota Pekanbaru), dan Sulawesi Selatan (kota Makassar).

Jenis-jenis pelatihan yang diselenggarakan ada 7 macam, yaitu:

  1. Pelatihan Kewirausahaan
  2. Pelatihan teknisi sepeda motor
  3. Pelatihan teknisi handphone
  4. Pelatihan menjahit busana (fashion)
  5. Pelatihan komputer & desain grafis
  6. Pelatihan salon muslimah
  7. Pelatihan mengemudi

Ingin tahu lebih lanjut, bisa lihat di http://institutkemandirian.org/

Gedung Wardah, Jl. Zaitun Raya, Komp. Perum Villa Ilhami/Islamic Village, Karawaci – Tangerang,Telp: 021-5463 118 Fax: 021-5463 118 .

http://innaverry.co.cc

Inna & Verry

Ta’aruf

Proses kami bermula pada akhir Oktober 2008 dengan pertukaran biodata masing-masing yang diiringi dengan musyawarah dari pihak keluarga dan kerabat terdekat kami. Dari biodata yang diterima, kedua calon pengantin dapat mengetahui secara mendasar latar belakang, sifat, aktivitas dan visi hidup calon pasangannya. Setelah proses istikharah selama 2 pekan dilalui, akhirnya kami memantapkan hati untuk berlanjut pada proses ta’aruf.

Ta’aruf tatap muka berlangsung di Bandung, tanggal 1 November 2008. Selama kurang lebih satu jam dijalankanlah sunnah Rasulullah SAW ini. Saling memperkenalkan diri, saling menceritakan keadaan keluarga, saling menceritakan kondisi saat ini dan rencana-rencana hidup kedepannya. Alhamdulillah, proses tatap muka berjalan dengan lancar. Momen ini merupakan peristiwa berharga yang sarat makna dimana kami bisa mengenal lebih jauh satu sama lain untuk yang pertama kalinya.

Sepekan setelah ta’aruf tatap muka, kami memutuskan untuk maju ke tahap berikutnya. Calon pengantin laki-laki diminta datang ke kediaman calon pengantin wanita di Jakarta pada tanggal 9 November 2008 untuk berkenalan dengan orang tua dan keluarga tanpa disertai kehadiran calon pengantin wanita. Setelah proses perkenalan lancar dilalui, orang tua calon pengantin wanita harus berangkat menunaikan ibadah haji selama 40 hari sehingga proses kami harus dipending terlebih dahulu hingga orang tua calon pengantin wanita pulang ke tanah air. Dalam masa ini kami sepakat tidak melakukan proses komunikasi secara langsung dan berharap Allah akan akan memberikan jalan terbaik bagi proses kami. Dalam tenggang waktu ini kami memanfaatkan waktu untuk mengkondisikan keluarga, juga menambah tsaqofah masing-masing mengenai pernikahan serta meningkatkan ruhiyah & kedekatan kami kepada Allah. Selain itu, kami juga menggunakan waktu ini untuk mengadakan ta’aruf kedua yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal 26 November 2008. Segala pertanyaan yang ingin disampaikan dan belum terungkap pada proses ta’aruf tatap muka pertama kami manfaatkan di dalam pertemuan tersebut. Alhamdulillah, proses ta’aruf yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut menambah kemantapan hati kami untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

Orang tua calon pengantin wanita pulang ke tanah air pada tanggal 23 Desember 2008. Karena kondisi kesehatan ba’da kepulangannya ke tanah air kurang baik selama kurang lebih 3 pekan, maka kami memutuskan untuk merencanakan perkenalan keluarga calon mempelai wanita dengan keluarga calon mempelai laki-laki di Jakarta pada tanggal 18 Januari 2009. Setelah proses perkenalan keluarga dilakukan, kami memutuskan untuk maju ke tahap berikutnya yaitu khitbah. Proses khitbah berlangsung di rumah orang tua calon pengantin wanita, di Jakarta, tanggal 1 February 2009. Alhamdulillah, berkat rahmat dari Allah SWT, proses khitbah berlangsung lancar. Orangtua calon pengantin wanita menerima pinangan tersebut dan ayah calon pengantin wanita memberikan restu untuk menikahi putrinya pada tanggal 8 Maret 2009. Alhamdulillah.

Kesederhanaan dan kelancaran proses taaruf ini adalah berkat rahmat dan pertolongan dari Allah SWT. Kami sadari, hanya dengan kehendak Allah sajalah proses kami selanjutnya dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap dapat membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warohmah, dan kehadirannya dapat memberikan manfaat untuk lingkungan sekitarnya. Semoga dengannya Allah ridha dan melimpahkan berkah kepada keluarga yang akan dibentuk. Amiin ya Rabbal’alamin.

Calon Pengantin

“Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.” (Qs. An Nisaa (4) : 1).

Ya Allah, karuniakan kepada kami isteri dan keturunan yang menentramkan hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang bertaqwa..”

Inna Arumsari Fitriany

Putri bungsu yang lahir dari empat bersaudara anak pasangan Tata Suwarta, KS dan Komiyati. Dilahirkan 21 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 2 September 1987 di Jakarta dengan mewarisi turunan Sunda-Jawa dari kedua orangtuanya. Bersekolah di TK Taman Sakti Jakarta, SDN Bambu Apus 04 Jakarta, SMPN 259 Jakarta, SMAN 14 Jakarta, dan kemudian berkuliah di program studi Teknik Lingkungan ITB angkatan 2005. Karakter umumnya adalah sanguinis-melankolis. Tipikal orang yang senang belajar dan menyukai hal-hal baru. Berharap ketika berkeluarga, bisa saling mendukung dengan pasangan untuk mewujudkan keluarga penuh berkah yang sakinah, mawaddah, warahmah serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Verry Aria Firmansyah

Putra sulung dari tiga bersaudara anak pasangan Achmad Hanafiah dan Maryati. Dilahirkan 21 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Mei 1987 di Bogor dengan mewarisi turunan Sunda-Jawa dari kedua orang tuanya. Berkarakter dasar Sanguinis-Koleris. Tipikal orang yang supel, kritis, dan bersemangat untuk mempelajari hal-hal baru. Pendidikan formal sejak TK sampai SLTP dijalani di Bogor. Masing-masing di TK Puri Kencana Bogor, SDN Polisi 2 Bogor, dan SLTPN 2 Bogor. Setelah menjalani pendidikan menengah di SMAN 2 Bogor, tahun 2004, merantau ke Bandung, dan melanjutkan pendidikan ke Teknik Planologi ITB. Bercita-cita menjadi pengusaha muslim, pendakwah, pendididik, dan pemimpin keluarga Islami. Berharap menjadi suami juga ayah dari istri dan anak-anak yang menentramkan hati, menjadi penghulu bagi orang-orang yang bertaqwa.

“Ketika Allah sudah menjodohkan, menautkan hati-hati manusia, maka cinta pun akan hadir dan pertemuan pasti kan terjadi. Dan insya Allah, Allah akan memberikan jalan terbaik bagi orang-orang bertaqwa.”

Wallahu A’lam Bishshowwab

Mohon Do’a dan Restu

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrohmanirrohim

Ya Allah…
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu,
dan berjanji setia untuk membela syaria-Mu
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya Ya Allah…

Mengundang sahabat-sahabat semua untuk datang pada acara pernikahan

Inna Arumsari Fitriany – Teknik Lingkungan ITB’05

dan

Verry Aria Firmansyah – Teknik Planologi ITB’05

Akad Nikah Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari Ahad, 08 Maret 2009
Pukul 07.30 WIB
Bertempat di Masjid Al Hikmah
Jl.Mini 3 No. 17A Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur

Resepsi insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari Ahad, 08 Maret 2009
Pukul 10.00-15.00 WIB
Bertempat di Jl Mini 3 No.34 Rt 12/03 Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur

Dimohon kedatangan sahabat-sahabat semua

Jerusalem – Infopalestina: Media-media Israel hari-hari ini dihiasi dengan judul-judul yang berkaitan dengan perkataan Kepala Dinas Intelijen Dalam Negeri Israel “Shabak”, Yuval Diskin, yang menyatakan tentang keberadaan roket-roket di tangan gerakan Hamas yang mampu menjangkau pinggiran kota Beer Sheba, yang berjarak 40 kilometer dari Jalur Gaza.
Harian Israel Yedeot Aharonot mengatakan bahwa satu dari 8 orang Israel, yakni 800 ribu orang Israel berada dalam jangkauan roket al Qassam. Harian Israel yang memiliki peredaran luas ini memuar daftar kota-kota dan daerah-daerah yang berada dalam jangkauan roket Palestina, berdasarkan pernyataan Diskin. Diskin mengatakan, “Sayap militer gerakan Hamas memanfaatkan setengah tahun terakhir (saat berlangsung gencatan senjata) dan memperbaiki kemampuannya menembakkan roket jarak jauh dan menengah.”
Berdasarkan jarak jangkau yang disebutkan Diskin, maka fasilitas strategis Israel masih tetap dalam jangkauan roket-roket al Qassam. Seperti pusat penelitian nuklir di nahal Shuraik dan pangkalan angkatan udara Israel di Hatsur.
Diskin mengatakan tentang perlawanan Palestina di Jalur Gaza, “Mereka semua siap untuk konfrontasi militer. Mereka memiliki kemampuan roket yang menjangkau sampai Keryat Gate dan Esdod, bahkan sampai pinggiran Beer Sheba.”
Diskin menambahkan, “Tidak ada keputusan pada Hamas untuk menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk membalas. Kami memperkirakan mereka akan memutuskan memanfaatkan tingkat kesiapan mereka yang tinggi saja pada saat kondisi sudah terakumulasi yang memberinya alasan untuk melakukan serangan balasan lebih meluas. Kami memprediksi bila kita lancarkan serangan ke cadangan amunisi penting mereka, maka mereka akan membalas dengan melancarkan serangan roket jarak jauh.”
Diskin mengatakan, “Pimpinan politik Hamas khawatir serangan balasan militer Israel, terutama mereka khawatir kehilangan sesuatu yang sangat berharga,” yakti para pemimpin gerakan Hamas yang mendapatkan ancaman operasi pembunuhan oleh pihak Israel.
Petinggi intelijen Israel ini menambahkan, Hamas mengizinkan faksi-faksi perlawanan Palestina lain di Jalur Gaza untuk melancarkan serangan roketnya ke target-target Zionis Israel. Dan Hamas sendiri akan melanjutkan serangan roketnya ke Israel. Pada Kamis (18/12) malam, geraka Hamas telah mengumumkan berakhirnya masa gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 6 bulan. Menurut Diskin, Hamas mau melanjutkan gencatan dengan dilakukan perubahan syarat-syaratnya.
Diskin melihat bahwa Hamas berkepentingan pada kelanjutan gencatan senjata. Namun Hamas ingin memperbaiki syarat-syaratnya. “Dia ingin kami membebaskan blockade, menghentikan serangan-serangan, memperluas gencatan senjata hingga mencakup Tepi Barat,” ungkap Diskin.
Diskin mengisyaratkan tidak ada mediator yang memiliki pengaruh anara pihak Israel dan pihak Palestina di Jalur Gaza. “Orang-orang Mesir duduk di pagar perbatasan dan di sana telah kehilangan kepercayaan antara mereka dengan Hamas. Meski demikian tidak seyogianya meremehkan mediator Mesir. Sebab pada saat Hamas menghadapi situasi yang membuatnya membutuhkan mediator Mesir maka orang-orang Mesir akan kembali menjadi pemain,” jelasnya. Petinggi intelijen Israel ini menambahkan, “Di sana ada pihak-pihak internasional lain yang berupaya memediatori demi kembalinya gencatan senjata seperti semula.”
Sebuah laporan yang dilansir harian Israel Ha’aretz menegaskan bahwa menyusul pengumuman berakhirnya gencatan senjata maka terjadi kepanikan di permukiman Yahudi Sedirot. Nampak di jalan-jalan permukiman sepi dari lalu lalang orang dan kendaraan. Kafe-kafe menutup pintu-pintu mereka. Sejumlah besar penduduk berinisiatif meninggalkan kota Sedirot.
Laporan ini mengutip dari salah seorang warga Israel yang mengatakan dia lari meninggalkan Sedirot ke utara. Dia bersama istri dan keempat anaknya terpaksa melakukan itu karena takut kondisi di kota Sedirot. Dia menambahkan tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi bahaya. Dia bertekad akan tetap tinggal di utara selama kondisi di Siderot masih seperti itu.
Seorang warga Israel lainnya yang dikutip Ha’aretz mengatakan dirinya jauh lebih percaya pada gerakan Hamas dari pemerintah Israel yang disebutnya takut masuk ke Jalur Gaza, sementara penduduk yang membayar harganya. (seto)

Memasak Daging itu tidak mudah

Sedikit curhat yah…. ketika idhul adha kemaren saya tidak pulang ke kampung halaman. Cause diamanahkan sebagai ketua divisi konsumsi Idhul Qurban di miftakhul khoir, tempatku membina diri dan berteduh.

Ini sudah ketiga kalinya saya jadi bos di dapur. Setelah menjadi kadiv konsumsi halal Bi halal gamais 1427 H, lalu kadiv konsumsi Gamais Super camp, dan sekarang yang ketiga kalinya.

Hari idhul adha yang bahagia diawali dengan takbiran dari malam harinya, sambil menyiapkan masjid dan lapangan yang dijadikan tempat sembahyang para jama’ah sekitar. Semuanya sangat meriah dan ramai… Senangnya…. Walau orang tua menelpon, meminta anak tercintanya ini untuk pulang… Memang berbeda dari biasanya, entah kenapa ibu, ayah dan adik2ku sepertinya sangat rindu dengan anak dan kakaknya ini…

Setelah sholat ied diakhiri dengan khutbah dan bersalam2an. Kami bergegas ke rumah pak Asep, sang Sekda Kab. tasikmalaya sekaligus ketua yayasan Pondok pesantren kami. beliau sudah menyiapkan makanan….

untung saja.. Jika tidak makan pagi saya deh yang nyiapin. untung saja sang ketua yayasan ini sangat care dan aware dengan kami santri2nya. mahasiswa2 yang kelaparan… he..he… Maklum mahasiswa…

Setelah itu kamipun berganti pakaian dan segera bekerja sesua komisinya.

Komisi A: menyembelih hewan

Komisi B: Memotong-motong hewan (Jagal).

Komisi C: Membersihkan dalaman…. (Hiihhh menjijikan)

Aku sendiri tidak berada di 3 komisi tersebut. Karena aku dan satu2nya staf ku (EKo T.Kelautan ITB 2006) adalah “a man behind the scene”…..

Orang yang menyediakan makanan….. bayangkan 3 hari berturut2 untuk santri yang 30 s.d 50 an orang dimulai dari malam takbiran.

yah… setelah sehari sebelumnya belanja ke pasar simpang dan menyiapkan kopi dan snack dimalam takbiran. kami harus kembali beraksi.

Dibantu istrinya Ustadz dan Eko, aku mulai memotong2 daging kambing yang pertama disembelih untuk menyiapkan makan siang untuk para santri dan jama’ah yang mengurus pemotongan qurban…

Wahhh capeknya….

Akhirnya, singkat cerita terhidanglah gulai kambing buatan kita…

Ternyata, itu belum selasai. Kambing dan Sapi pun berubah wujud layaknya super saiya setelah sebagian digulai, disop, dan digoreng memakai bumbu kuning… Walau capek… hari kedua, di siang harinya. tuntas sudah masak-memasak ini. Entah apa rasanya…. yang penting habis…. Berarti enak kan…. Atau emang santri aja yang kelaparan….

dasar… Mahasiswa….

Semoga bisa mendapatkan Istri sholehah yang bisa memasak atau setidaknya mau belajar memasak….

Semangat kawan….. Don’t Ever Give Up…….

Alangkah Indahnya Syurga

Syurga adalah satu hadiah yang Allah janjikan kepada sekalian hambaNya yang beriman dan bertaqwa. Syurga yang digambarkan oleh Allah adalah merupakan satu Bandaraya Damai yang wujud di dalamnya keharmonian, keindahan, kenikmatan dan segala jenis kebaikan. Syurga juga jika kita gambarkan keindahannya pasti tidak akan terjangkau dengan tahap pemikiran aqal fikiran kita.

Dewasa ini, semakin berkurangan cerita-cerita berkaitan keindahan syurga. Di dalam kuliah-kuliah agama di masjid mahupun di pertemuan usrah, agak jarang sekali cerita tentang nikmatnya syurga. Syurga merupakan sogokan yang Allah sediakan jika sekiranya kita berjaya menjadi seorang manusia yang mengikut segala kehendak Allah tanpa ada satu pun yang ditentang. Maka kerana itu, semakin ramai yang tidak mahukan syurga dan hanya mengejar kenikmatan dunia kerana mereka tidak diberitakan akan alangkah nikmatnya jika berada di dalam syurga.

Jika ingin digambarkan akan nikmatnya syurga, seolah-olah kita sudah tidak mahu lagi hidup di dunia. Terasa mahu saja kita terus ke sana lantaran begitu indah. Dulu, ketika saya masih kecil, ketika pengaruh Arqam masih kuat, saya sering membaca buku-buku terbitan Arqam. Walaupun masih kurang mengerti, namun majalah-majalah dan buku Arqam yang ayah saya beli itulah yang saya baca. Diantaranya perihal cerita keindahan syurga yang digambarkan begitu nikmat sehingga amat seronok sekali dibaca. Sehingga ternanti-nanti keluaran seterusnya.

Hidup beragama ketika itu amat nikmat. Walaupun saya masih lagi belum baligh dan tidak cukup solat lima waktu, tapi saya amat suka dengan hidup beragama ketika itu. Masjid di tempat saya juga amat meriah dan sentiasa ramai orang. Di tambah pula dengan air pancut di kolam masjid, lampu warna warni yang menarik menjadi tarikan orang ramai untuk hadir ke masjid. Saya menjadi di antara budak-budak yang suka ke masjid. Di sekolah pula, guru-guru tidak lepas untuk turut menyelitkan unsur keislaman di dalam pengajaran. Walaupun subjek yang hendak diajar ialah Bahasa Melayu, tapi murid-murid di ajak untuk menyanyikan zikir Asmaul Husna beramai-ramai. Untuk subjek yang lain pula ada juga lagu Sifat 20. Itu semua lagu-lagu yang dinyanyikan oleh NadaMurni. Lagu yang sering berkumandang di televisyen tanpa menampakkan siapakah penyanyinya. Tapi amat seronok. Kalau ada lagu itu disiarkan di tv, kami sekeluarga sangup mendengarnya. Terasa ada roh di dalam lagu itu.

Apabila ada sambutan maulidur Rasul, sambutan yang dibuat memang benar-benar ikhlas dan bersungguh-sungguh. Saya masih ingat, ketika saya darjah 3, abang-abang darjah 5 dan 6 mempersembahkan pentomen yang berdasarkan sajak sakaratul maut NadaMurni. Sajak itu amat popular ketika itu. Siapa yang mendengar dan menyaksikan pentomen itu pasti meremang bulu roma. Ia disusuli dengan nyanyian nasyid Bila Izrail Datang Memanggil selepas pentomen itu juga oleh abang-abang. Nikmatnya beragama.

Persembahan pentomen itu seterusnya dipanggil oleh masjid untuk mengisi slot pada sambutan Maulidur Rasul peringkat masjid. Kedatangan amat ramai! Terasa seolah-olah sebuah perkampungan Islam yang diidamkan. Akal budak kecil seperti saya ketika itu hanya tahu main-main saja. Tapi, kesannya barulah saya dapat kecapi pada hari ini bilamana suasana itu sudah tidak wujud lagi.

Bercerita tentang indahnya syurga, menyebabkan kita akan bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama. Bercerita tentang nikmatnya syurga akan membangkitkan lagi rasa cinta kita terhadap Allah swt. Ia juga akan dapat menerapkan sifat berkasih sayang sesama manusia lantaran hati setiap insan telah menjadi satu dan apabila antara hati – hati ini bertemu, ia akan dapat membuahkan sifat cintakan Allah.

Saya mengajak anda sekalian untuk berfantasi berkaitan keindahan syurga. Dalam sebuah buku kalau tidak silap saya berjudul Alam Ghaib, ada memberi gambaran tentang nikmatnya syurga. Apabila penghuni syurga masuk ke dalam syurga, mereka tidak mahu keluar lagi. Pabila kita berjalan, tiba-tiba melintas di hadapan kita seekor binatang. Serta merta nafsu makan kita datang dan berkeinginan untuk makan binatang tersebut. Dengan lintasan keinginan itu, maka binatang itu pun terhidang siap dengan aroma yang menusuk kalbu. Maka kita pun nikmati hidangan itu.

Perjalanan diteruskan menyusuri sepanjang tempat. Tiba terdengar kocakan air di bahagian lembah. Maka bila pergi ke arah itu, satu panorama sungai yang sangat indah. Bila menjejakkan kaki ke airnya, satu kedinginan yang luar biasa. Bila mandi di airnya, seolah-olah seperti mandi di dalam nikmat. Bila meminum airnya, terasa satu kemanisan yang amat sedap sehingga mahu saja diminum air di sepanjang sungai itu.

Selesai mandi, mahu naik ke tebing, bidadari-bidadari telah sedia menghulurkan tangan menyambut kita. Layanan yang melampaui raja itu akan terjadi jika kita berkehendak terhadap perkara itu.

Macam tu lah lebih kurang isi di dalam buku itu yang membayangkan seolah-olah kehidupan kita ketika sudah berada di syurga. Seumpama kita mengembara ke satu daerah yang tidak ada lagi peraturan, bebas, dan buat apa sahaja. Bila membaca buku itu, terasa seperti kita di antara penghuni syurga tersebut.

Apabila bercerita tentang syurga, dan hati kita akan berasa akan nikmatnya syurga itu pabila mendengarnya, maka hati kita masih lagi belum buta dan boleh ada potensi untuk digilap agar ia mampu membawa diri kita sebagai di antara penghuni syurga dan mana turut didiami oleh Nabi-nabi dan sahabat.

Untuk masuk syurga, syarat utamanya ialah taat pada perintah Allah. Bercita-cita besar untuk membangunkan Islam sehingga berjaya menguasi dunia. Untuk itu, Islam yang sedia ada kita anuti sekarang ini seharusnya kita cambahkan agar ia mampu tumbuh mekar dan memberi naungan kepada umat yang lain. Sebagai seorang insan yang mempunyai kesedaran, jadilah diri kita sebagai ‘tukang tanam’ benih Islam ini. Dan jagalah ia, siramilah ia dan bila ia sudah membesar kelak, maka kita kutiplah hasilnya. Tiada lain hasil yang kita harapkan melainkan Islam itu menjadi tinggi dan disayangi oleh umat Islam yang lain.

Dipetik dari http://www.safa.blogdrive.com/ – bandaraya safa

Blog Stats

  • 30,179 hits
September 2017
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930