Menatap Hari Esok

Archive for the ‘Bisnis’ Category

ANAK MUDA 17 TAHUN DENGAN MODAL ZONK DAN LAMBAIAN TANGAN, MENDAPATKAN KONTRAK SENILAI $10.000

(Tulisan Pak Teguh Husadani)onasis
Alkisah, ada seorang anak muda berusia 17 tahun bernama Ari. Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi gara guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang.

Ari tidak lulus sekolah. Masa depan tampak suram baginya. Beberapa hari setelah upacara penyerahan ijazah, salah seorang temannya melihat Ari berjalan tanpa tujuan di taman kota. Ia mencoba menghibur hati Ari. “Jangan khawatir, Ari, kau lihat nanti, semua akan beres. Kau coba sekali lagi tahun depan. Kau pasti lulus.” “Goblok,” jawab Ari. “Kau kira saya akan tinggal saja selamanya di sini? Dunia ini sempit. Saya tidak perlu ijazah. Pada suatu hari kau akan heran akan apa yang saya lakukan.”

Ari kemudian merantau kota Buenos Aires, Argentina. Bawaannya sebuah koper tua dan uang sebanyak $450. Tanpa ijazah, tanpa pekerjaan, uang dan koneksi orang berpengaruh, Ari terpaksa melakukan berbagai pekerjaan kasar. Ia menjadi kenek tukang batu, kuli pengangkut bata pada suatu proyek pembangunan, tukang cuci piring di restoran, dan akhirnya menjadi magang instalator listrik di perusahaan telepon.

Suatu kali, Ari tiba-tiba mendapat ide. Pada masa itu, tembakau dari negaranya terkenal baik, bahkan diklasifikasikan di antara tembakau-tembakau paling enak oleh para ahli. Namun, karena masalah pengimporan dan penyediaan, barang ini menjadi sukar didapat.

Ari mengetahui rumah Juan Gaona, seorang pengusaha tembakau terbesar di Argentina. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ari selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya, selama 15 hari berturut-turut pengusaha itu tidak mempedulikannya. Tapi karena Ari selalu melambaikan tangan setiap hari,
Juan Gaona itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu , selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Ari lalu menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus dari negara saya. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat kontrak pembelian dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban yang meyakinkan dari pemuda itu, Juan Gaona lalu menandatangani kontrak pembelian tembakau seharga $10.000 dengan komisi sebesar 5% untuk Ari.

Bermodalkan kontrak pembelian dari Juan Gaona, Ari pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di negaranya untuk di jual ke Argentina lewat perusahaan tembakau Juan Gaona. Maka, jadilah Ari menjadi orang kaya pada usia yang masih muda.

Tahukah Anda, siapakah Ari itu? Dia adalah Aristotle Onassis, raja kapal yang berasal dari Yunani. Dengan kesuksesannya di bisnis tembakau, ia kemudian mampu mencetak penghasilan satu juta dollar pertamanya dalam usianya ke-25, dengan memiliki kapal-kapal komersial, kapal tanker dan kapal penangkap ikan paus. Setelah itu ia terkenal sebagai orang kaya kelas dunia dengan kekayaan tersimpan di 217 bank di seluruh dunia dan memiliki 95 perusahaan di bidang perkapalan, penerbangan, minyak, emas,pariwisata, dan lain-lain.

Iklan

IMG_20140913_080400

Pada tanggal 13 September 2014, inilah mulai perjumpaan ku pada si Susi, kambing Gibas Menggala pertamaku.

Alkisah diawali perkenalan dengan suami asisten rumah tanggaku, namanya Pak Hasan. Dia ingin sekali memelihara kambing tapi tidak mau domba atau kambing biasa. Akhirnya setelah 2 pekan mencari2 dapatlah kambing yang diidamkan, kambing besar dan sedang hamil pula saat itu. Kebetulan yang jual adalah besan Pak Hasan,

IMG_20140913_080209

Akhirnya saya, pak hasan dan juga anak pertama dan keduaku Fathi dan Hamid pun membeli kambing tersebut setelah membuatkan kandang yang cukup nyaman untuk Susi dan anak-anaknya kelak.

IMG_20140913_081931

Jenis kambing tersebut adalah Gibas Menggala, begitulah orang di kampungku (Kayu Manis) menyebutnya. Besarnya lebih dari anak keduaku. Hi…hi… Tapi si Hamid ini senang sekali bermain dengan si Susi.

IMG_20141005_162420 IMG_20141005_162055

Selang 3 pekan tepatnya pada tanggal 4 Oktober maka si susi pun melahirkan anak2 yang lucu2, keduanya jantan. kami namakan anaknya tachibana bersaudara.

IMG_20150322_142017 IMG_20150322_142146

Sekarang tachibana sudah berumur hampir 6 bulan. Induknya si Susi pun sudah hamil lagi sekitar 3 bulanan.

He..he… Program Percepatan.

BISNIS PLAN “FIRDAUS LOBSTER”

1. LATAR BELAKANG

Keberadaan lobster air tawar dapat dikatakan sesuau hal yang baru. Khususnya lobster jenis red claw. Jenis ini selain dapat dibudidayakan sebagai udang konsumsi, juga sebagai udang hias. Lobster air tawar relatif mudah untuk dibudidayakan dan diminati banyak orang. Kebutuhan konsumsi yang sangat tinggi terutama untuk kebutuhan ekspor merupakan daya tarik tersendiri.

2. TUJUAN

Tujuan direncanakannya usaha ini adalah;

    1. Mencari Ridha Allah SWT.
    2. Mencari rezeki yang barakah
    3. Membuka lapangan kerja
    4. Mendayagunakan potensi umat yang tidak tergunakan.

3. GAMBARAN UMUM

KEGIATAN USAHA

Pembenihan lobster :

Merupakan usaha untuk mendapatkan benih atau anakan.

Pembesaran lobster :

Merupakan pembesaran benih lobster mejadi lobster dewasa yang siap dikonsumsi. Tidak hanya terbatas pada udang konsumsi tetapi juga sebagai udang hias.

PASAR

Segmentasi pasar:

Jangka Pendek (±1 tahun) : Bandung & sekitarnya

Jangka Panjang (≥1 tahun) : dalam dan luar negeri

Target pasar:

Sebagai udang konsumsi : Rumah makan, restoran, hotel, dll

Sebagai udang hias : Pasar ikan, pedagang ikan hias, hobiis (kolektor ikan hias), dll

Positioning:

Sebagai peternak dan pengusaha lobster air tawar mulai dari pembenihan, pembesaran sampai marketing dan penjualan

TAKTIK PEMASARAN

  1. Marketing Mix concept
    1. Produk berkualitas
    2. Harga bersaing
    3. Tempat yang mudah dijangkau
    4. Publikasi dan pemasaran yang bertahap
    5. Pelayanan yang bersahabat dan profesional
    6. Informasi yang jelas kepada konsumen

  1. Strategi penjualan

penjualan dilakukan dengan promosi tertulis dan visual. Promosi ini difokuskan pada target pasar yang ada. Setelah suatu target pasar tercapai maka dilanjutkan dengan target pasar berikutnya. Strategi penjualan ini diupayakan menghasilkan kerjasama yang besar dan jangka panjang dengan perusahaan penampung lobster kelas besar. Berdasarkan konsep ini, diharapkan berapapun produksi lobster yang dihasilkan sudah ada kejelasan pihak yang akan membeli lobster tersebut.

4. GAMBARAN RINCI

1. ASUMSI USAHA

· Lama pengusahaan sekitar satu tahun

· Pemanenan dapat dilakukan empat kali per tahun

· Lobster yang dibudidayakan adalah jenis Cherax quadricarinatus

· Tingkat kematian benih mencapai 15%

· Harga jual benih umur 2 bulan Rp 7.500,- per ekor

· Jumlah anakan yang dihasilkan per induk diambil rata-rata dari 100 s.d 200 ekor yaitu sebanyak 150 ekor

2. ANALISIS USAHA (Per 6 bulan)

Dalam usaha lobster air tawar setidaknya ada dua peluang usaha yang bisa dimasuki oleh para peternak. Usaha tersebut yaitu pembenihan dan pembesaran lobster air tawar. Berikut gambaran analisis usaha dengan memperhitungkan biaya dan pendapatan:

A. PENGELUARAN

1. Biaya tetap:

a. Induk 10 pasang @ Rp. 60.000,- Rp. 600.000,-

b. Akuarium 20 buah @ Rp. 125.000,- Rp. 2.500.000,-

c. Rak akuarium Rp. 1.000.000,-

d. Pompa Air akuarium 20 buah @ Rp. 30.000,- Rp. 600.000,-

e. Aerator 10 buah @ Rp.13.000,- Rp. 130.000,-

f. Pipa paralon 0,5 inchi 4 buah @ Rp. 12.000,- Rp. 48.000,-

g. Slang aerator 20 meter Rp. 20.000,-

g. Sambungan dan keran aerator Rp 50.000,-

h. Pipa paralon ukuran 0.5 s/d 4 inchi Rp 100.000,-

i. Lem pipa Rp 10.000,-

sub total Rp. 5.058.000,-

2. Biaya Operasional Sampai BEP (6 bulan)

a. Sewa rumah (Rp. 300.000,- per bulan) Rp. 1.800.000,-

b. Pakan (Rp. 5000,- per hari) Rp. 900.000,-

c. Listrik dan air (Rp.50.000 per bulan) Rp 300.000,-

sub total Rp. 3000.000,-

TOTAL BIAYA PENGELUARAN Rp. 8.058.000,-

B. PENERIMAAN PENJUALAN (Per 6 Bulan atau 2 kali panen)

Penjualan Benih 10 induk x 200 ekor x 85% x 2

Rp5.000,- = Rp 17.000.000,

C. PENDAPATAN (Per 6 Bulan atau 2 kali panen)

Penerimaan – Biaya operasional = Rp 8.942.000,-

3. DATA PASAR

Permintaan di dalam negeri dari konsumen, agen dan pengusaha lainnya cukup besar. Sejauh ini sudah ada satu pengusaha dan satu agen ikan hias yang menawarkan agar lobster yang kami hasilkan dijual kepada mereka baik dengan system beli ditempat maupun konsinyasi.

Tingginya permintaan baik dalam dan luar negeri dari berbagai restaurant maupun hotel-hotel berbintang yang menyajikan makanan berbahan dasar lobsterpun sangatlah besar. Hal ini dikarenakan karakteristik yang dimilikinya tidak ada pada udang jenis lain. Ukuran tubuhnya yang besar membuat kandungan dagingnya juga lebih banyak. Ditambah dengan rendahnya kandungan lemak, kolesterol, dan garam yang dimilikinya dibandingkan dengan lobster air laut, sehingga aman dikonsumsi.

Berikut beberapa negara pengimpor lobster: Jepang, Singapura, Malaysia, Hongkong, Cina, Taiwan, Korea, Jerman, AS, Kanada, Selandia Baru, Australia, Belgia, Belanda, Perancis. Bahkan di Hongkong, lobster disajikan dalam bentuk nuggets, sup dan campuran salad.

5. STRATEGI PENGOLAHAN BISNIS

Strategi Pengembangan Usaha

Pasar yang menjadi tujuan ialah dalam negeri dan mancanegara. Untuk pasar dalam negeri diawal kami berencana mengembangkannya di kota Bandung sebagai tempat kami beraktivitas baik kuliah, bisnis, maupun berorganisasi. Lalu setelah stabil kami akan mulai memasarkan produk kami di Jawa dan Sumatera. Kemudian ke wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yang potensial untuk pemasaran lobster. Kami akan mencoba mengembangkan usaha pembudidayaan lobster ini tidak hanya di Bandung, tetapi juga di beberapa kota lainnya di Jawa maupun Sumatera dengan jaringan atau link yang kami miliki. Kemudian kami akan mencoba merambah pasar internasional ke mancanegara terutama yang terdekat seperti Malaysia dan Singapura.

Alur Pengembangan Usaha

1. Persiapan usaha dan pemenuhan faktor-faktor produksi sebagai modal.

2. Usaha pembenihan lobster dengan sistem budidaya akuarium.

3. Pemasaran dan penjualan benih dengan fokus market kota Bandung sampai tercapai BEP (Break Event Point) dengan manajerial yang profesional.

4. Mengembangkan usaha pembesaran lobster disamping usaha pembenihan.

5. Pencarian lahan-lahan baru untuk pengembangan usaha di Jawa dan Sumatera.

6. Manajerial keuangan secara profesional

7. Pemasaran dengan target utama menguasai pasar dalam negeri.

8. Pemasaran ke mancanegara


Demikianlah proposal ini dibuat dalam rangka pengembangan usaha yang sudah ada. Atas segala perhatian dan bantuan yang ada, kami mengucapkan terima kasih.

Bandung, Maret 2007

Pemohon,

( Verry Aria Firmansyah )

( Feblil Huda )

( Romzi Rio Wibawa )


Blog Stats

  • 30,179 hits
September 2017
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930