Menatap Hari Esok

Archive for the ‘Miftakhul Khoir’ Category

Memasak Daging itu tidak mudah

Sedikit curhat yah…. ketika idhul adha kemaren saya tidak pulang ke kampung halaman. Cause diamanahkan sebagai ketua divisi konsumsi Idhul Qurban di miftakhul khoir, tempatku membina diri dan berteduh.

Ini sudah ketiga kalinya saya jadi bos di dapur. Setelah menjadi kadiv konsumsi halal Bi halal gamais 1427 H, lalu kadiv konsumsi Gamais Super camp, dan sekarang yang ketiga kalinya.

Hari idhul adha yang bahagia diawali dengan takbiran dari malam harinya, sambil menyiapkan masjid dan lapangan yang dijadikan tempat sembahyang para jama’ah sekitar. Semuanya sangat meriah dan ramai… Senangnya…. Walau orang tua menelpon, meminta anak tercintanya ini untuk pulang… Memang berbeda dari biasanya, entah kenapa ibu, ayah dan adik2ku sepertinya sangat rindu dengan anak dan kakaknya ini…

Setelah sholat ied diakhiri dengan khutbah dan bersalam2an. Kami bergegas ke rumah pak Asep, sang Sekda Kab. tasikmalaya sekaligus ketua yayasan Pondok pesantren kami. beliau sudah menyiapkan makanan….

untung saja.. Jika tidak makan pagi saya deh yang nyiapin. untung saja sang ketua yayasan ini sangat care dan aware dengan kami santri2nya. mahasiswa2 yang kelaparan… he..he… Maklum mahasiswa…

Setelah itu kamipun berganti pakaian dan segera bekerja sesua komisinya.

Komisi A: menyembelih hewan

Komisi B: Memotong-motong hewan (Jagal).

Komisi C: Membersihkan dalaman…. (Hiihhh menjijikan)

Aku sendiri tidak berada di 3 komisi tersebut. Karena aku dan satu2nya staf ku (EKo T.Kelautan ITB 2006) adalah “a man behind the scene”…..

Orang yang menyediakan makanan….. bayangkan 3 hari berturut2 untuk santri yang 30 s.d 50 an orang dimulai dari malam takbiran.

yah… setelah sehari sebelumnya belanja ke pasar simpang dan menyiapkan kopi dan snack dimalam takbiran. kami harus kembali beraksi.

Dibantu istrinya Ustadz dan Eko, aku mulai memotong2 daging kambing yang pertama disembelih untuk menyiapkan makan siang untuk para santri dan jama’ah yang mengurus pemotongan qurban…

Wahhh capeknya….

Akhirnya, singkat cerita terhidanglah gulai kambing buatan kita…

Ternyata, itu belum selasai. Kambing dan Sapi pun berubah wujud layaknya super saiya setelah sebagian digulai, disop, dan digoreng memakai bumbu kuning… Walau capek… hari kedua, di siang harinya. tuntas sudah masak-memasak ini. Entah apa rasanya…. yang penting habis…. Berarti enak kan…. Atau emang santri aja yang kelaparan….

dasar… Mahasiswa….

Semoga bisa mendapatkan Istri sholehah yang bisa memasak atau setidaknya mau belajar memasak….

Semangat kawan….. Don’t Ever Give Up…….

Iklan

Blog Stats

  • 30,179 hits
September 2017
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930