Menatap Hari Esok

Archive for the ‘Aktifitasku’ Category

syurga

1. Surga Firdaus

Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi, ayat 107,

Allah swt. telah menegaskan: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُ لاً

“sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga firdaus menjadi tempat tinggal”.

Juga penegasanya dalam Al Qur’an, surat Al Mu’minuun, ayat 9-11.

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ.الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.  

“Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang – orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya”.

 

2. Surga Adn

Surga ‘Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur’an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.

جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَ نْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّىٰ.  

“(Yakni) surga ‘Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )”.

Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :

جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً اْلاَ لَهُمُ  بْوَابُ.  

” (Yaitu) surga’Adn yang pintu – pintunya terbuka bagi mereka”.

 

3. Surga Na’iim

Dalam Al Qur’an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ.  

” Maka orang – orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan”. Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ.  

“Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan”.

 

4. Surga Ma’wa

Banyak sekali didalam Al Qur’an dijelaskan, antara lain : Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.  

“Adapun orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga – surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan”.

Firman-nya lagi didalam surat An Naazi’aat, ayat 41: فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Maka sesungguhnya surga ma’walah tempat tinggal(nya)”.

 

5. Surga Darussalam  

Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur’an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.  

“Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus”.

 

6. Surga Daarul Muqoomah

Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur’an, surat Faathir, ayat 34-35

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ.الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ.

“Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya”.

 

7. Surga maqoomul Amiin

Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur’an, surat Ad Dukhan, ayat 51:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ.

“sesungguhnya orang – orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)”.

 

8. Surga Khuldi

Di dalam Al Qur’an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :

 قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءًوَمَصِيرًا.  

 

“Katakanlah : “Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka”.

Iklan

surga dan neraka

NERAKA 

1. Huthamah
Nama ini tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Humazah (104) ayat 4-5. didalamya ditempati orang-orang yahudi.
كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ.
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?   
2. Hawiyah
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori’ah (101) ayat 9-10.
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ.  
“maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? didalamnya ditempati orang-orang munafik dan orang-orang kafir.”
3. Jahannam
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr (15) ayat 43.
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ
“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.”    
neraka
4. Jahim
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu’araa (26) ayat 91.
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ
“dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat, didalamnya ditempati orang-orang musyrik.”
5. Saqar
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 26-27,
 سَأُصْلِيهِ سَقَرَ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَر.
“Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?”
Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 42  
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ.
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.”
6. Sa’ir
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ (4) ayat 10

 إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ

نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا.
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api menyala-nyala (Neraka).
Surat Al-Mulk (67) ayat 5,  
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ.
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.  
Surat Al-Mulk (67) ayat 10,11 dan lain-lain.
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ.
Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. 
فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ.
Mereka mengakui dosa mereka.Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
7. Wail
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.  
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang 
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, 
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

syiah

Semoga bermanfaat, baca smpe selesai ya…!!

Kisah Aisyah ini terjadi pada hari Senin (15/9/14) di kota Medan, sebelum dia pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan membawanya ke pengajian.

Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada sepupunya
Siapa mereka?

Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA.
Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat islami,
dia berkata: nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian yang tertutup (jilbab besar).

Sepupunya menimpali: Tapi pemahaman mereka beda dengan pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah.

Aisyah pun bertanya: Memang bagaimana perbedaannya?
Sepupunya menjawab: Lebih baik kau bicara sendiri dengan mereka.

Aisyah menjawab: Tapi aku sedang ada pengajian.
Sepupunya berkata: Sebentar saja, setidaknya kau bisa mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka.

Baiklah kata Aisyah.

Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan mengucapkan salam.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.

Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya,: Kalian syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.

Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-wanita Syiah..

Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.

Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian punya waktu?

Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.

Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.

Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke rumahmu?

Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna

Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..

Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna, sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari Islam.
Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.

Setelah selesai shalat Isya’ beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya, berjubah putih dan imamah hitam.

Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.
Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung mempersilahkan mereka masuk rumah.

Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.
Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk?

Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani kalian.
Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.
Singkat cerita, setelah basa basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa?

Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila, kenapa ya ukht?

Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na’udzu billah min dzalik
Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukht?
Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab ………. (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin Aisyah).

Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat suara.

Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina, semoga Allah membakarnya di neraka.

Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?
Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas.
Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?
Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur, ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma’rifat rijal kalau Aisyah tidak salah ingat.
dan Aisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat, sampai telinga ini seperti sudah bengkak.
Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya.

Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar.
Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung menjawabnya.

Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.

Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya bawa hehe.

Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..

Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.

Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Halaman berapa?

Aisyah: 150 no 111

Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?

Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.

Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
“Yaa ‘Aliy anta washiyyi ‘ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa ‘ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana bari’un minha”.

Ustadz Syiah hanya bergumam

Aisyah: Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Aisyah: Isi wasiat ini adalah
“wahai ‘Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar.”
Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.

Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah?

Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..

Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat?

Ustadz Syiah: Ya benar.

Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga??

Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.

Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?

Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.
Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.
Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.

Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu.
Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.
Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar, diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?

Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang menunaikan haji wada’ disertai beberapa orang sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah: “Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin..”
Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz?

Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan imam Ali membai’at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa ‘Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?

Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.

Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?

Ustadz: Ada, shahih jiddan (sekali).

Aisyah: Bagaimana bunyinya?

Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.

Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru saja ustadz sebutkan?

Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.

Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???
Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang tapi malu.

Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu Bakar, Umar & Utsman … Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.

Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

Ustadz Syiah: Allahu a’lam, saya permisi dulu.

Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita syiah)?
Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: “Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya”

Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya pamit.
Wassalamu ‘alaikum..

Kami: Wa’alaikumussalam warahmatullah.

Selesai. (iz)

Sumber: Status FB Aisyah Salsabila.

Tambahan : Taqiyah itu berpura-pura / Seperti bunglon

Memasak Daging itu tidak mudah

Sedikit curhat yah…. ketika idhul adha kemaren saya tidak pulang ke kampung halaman. Cause diamanahkan sebagai ketua divisi konsumsi Idhul Qurban di miftakhul khoir, tempatku membina diri dan berteduh.

Ini sudah ketiga kalinya saya jadi bos di dapur. Setelah menjadi kadiv konsumsi halal Bi halal gamais 1427 H, lalu kadiv konsumsi Gamais Super camp, dan sekarang yang ketiga kalinya.

Hari idhul adha yang bahagia diawali dengan takbiran dari malam harinya, sambil menyiapkan masjid dan lapangan yang dijadikan tempat sembahyang para jama’ah sekitar. Semuanya sangat meriah dan ramai… Senangnya…. Walau orang tua menelpon, meminta anak tercintanya ini untuk pulang… Memang berbeda dari biasanya, entah kenapa ibu, ayah dan adik2ku sepertinya sangat rindu dengan anak dan kakaknya ini…

Setelah sholat ied diakhiri dengan khutbah dan bersalam2an. Kami bergegas ke rumah pak Asep, sang Sekda Kab. tasikmalaya sekaligus ketua yayasan Pondok pesantren kami. beliau sudah menyiapkan makanan….

untung saja.. Jika tidak makan pagi saya deh yang nyiapin. untung saja sang ketua yayasan ini sangat care dan aware dengan kami santri2nya. mahasiswa2 yang kelaparan… he..he… Maklum mahasiswa…

Setelah itu kamipun berganti pakaian dan segera bekerja sesua komisinya.

Komisi A: menyembelih hewan

Komisi B: Memotong-motong hewan (Jagal).

Komisi C: Membersihkan dalaman…. (Hiihhh menjijikan)

Aku sendiri tidak berada di 3 komisi tersebut. Karena aku dan satu2nya staf ku (EKo T.Kelautan ITB 2006) adalah “a man behind the scene”…..

Orang yang menyediakan makanan….. bayangkan 3 hari berturut2 untuk santri yang 30 s.d 50 an orang dimulai dari malam takbiran.

yah… setelah sehari sebelumnya belanja ke pasar simpang dan menyiapkan kopi dan snack dimalam takbiran. kami harus kembali beraksi.

Dibantu istrinya Ustadz dan Eko, aku mulai memotong2 daging kambing yang pertama disembelih untuk menyiapkan makan siang untuk para santri dan jama’ah yang mengurus pemotongan qurban…

Wahhh capeknya….

Akhirnya, singkat cerita terhidanglah gulai kambing buatan kita…

Ternyata, itu belum selasai. Kambing dan Sapi pun berubah wujud layaknya super saiya setelah sebagian digulai, disop, dan digoreng memakai bumbu kuning… Walau capek… hari kedua, di siang harinya. tuntas sudah masak-memasak ini. Entah apa rasanya…. yang penting habis…. Berarti enak kan…. Atau emang santri aja yang kelaparan….

dasar… Mahasiswa….

Semoga bisa mendapatkan Istri sholehah yang bisa memasak atau setidaknya mau belajar memasak….

Semangat kawan….. Don’t Ever Give Up…….

Alangkah Indahnya Syurga

Syurga adalah satu hadiah yang Allah janjikan kepada sekalian hambaNya yang beriman dan bertaqwa. Syurga yang digambarkan oleh Allah adalah merupakan satu Bandaraya Damai yang wujud di dalamnya keharmonian, keindahan, kenikmatan dan segala jenis kebaikan. Syurga juga jika kita gambarkan keindahannya pasti tidak akan terjangkau dengan tahap pemikiran aqal fikiran kita.

Dewasa ini, semakin berkurangan cerita-cerita berkaitan keindahan syurga. Di dalam kuliah-kuliah agama di masjid mahupun di pertemuan usrah, agak jarang sekali cerita tentang nikmatnya syurga. Syurga merupakan sogokan yang Allah sediakan jika sekiranya kita berjaya menjadi seorang manusia yang mengikut segala kehendak Allah tanpa ada satu pun yang ditentang. Maka kerana itu, semakin ramai yang tidak mahukan syurga dan hanya mengejar kenikmatan dunia kerana mereka tidak diberitakan akan alangkah nikmatnya jika berada di dalam syurga.

Jika ingin digambarkan akan nikmatnya syurga, seolah-olah kita sudah tidak mahu lagi hidup di dunia. Terasa mahu saja kita terus ke sana lantaran begitu indah. Dulu, ketika saya masih kecil, ketika pengaruh Arqam masih kuat, saya sering membaca buku-buku terbitan Arqam. Walaupun masih kurang mengerti, namun majalah-majalah dan buku Arqam yang ayah saya beli itulah yang saya baca. Diantaranya perihal cerita keindahan syurga yang digambarkan begitu nikmat sehingga amat seronok sekali dibaca. Sehingga ternanti-nanti keluaran seterusnya.

Hidup beragama ketika itu amat nikmat. Walaupun saya masih lagi belum baligh dan tidak cukup solat lima waktu, tapi saya amat suka dengan hidup beragama ketika itu. Masjid di tempat saya juga amat meriah dan sentiasa ramai orang. Di tambah pula dengan air pancut di kolam masjid, lampu warna warni yang menarik menjadi tarikan orang ramai untuk hadir ke masjid. Saya menjadi di antara budak-budak yang suka ke masjid. Di sekolah pula, guru-guru tidak lepas untuk turut menyelitkan unsur keislaman di dalam pengajaran. Walaupun subjek yang hendak diajar ialah Bahasa Melayu, tapi murid-murid di ajak untuk menyanyikan zikir Asmaul Husna beramai-ramai. Untuk subjek yang lain pula ada juga lagu Sifat 20. Itu semua lagu-lagu yang dinyanyikan oleh NadaMurni. Lagu yang sering berkumandang di televisyen tanpa menampakkan siapakah penyanyinya. Tapi amat seronok. Kalau ada lagu itu disiarkan di tv, kami sekeluarga sangup mendengarnya. Terasa ada roh di dalam lagu itu.

Apabila ada sambutan maulidur Rasul, sambutan yang dibuat memang benar-benar ikhlas dan bersungguh-sungguh. Saya masih ingat, ketika saya darjah 3, abang-abang darjah 5 dan 6 mempersembahkan pentomen yang berdasarkan sajak sakaratul maut NadaMurni. Sajak itu amat popular ketika itu. Siapa yang mendengar dan menyaksikan pentomen itu pasti meremang bulu roma. Ia disusuli dengan nyanyian nasyid Bila Izrail Datang Memanggil selepas pentomen itu juga oleh abang-abang. Nikmatnya beragama.

Persembahan pentomen itu seterusnya dipanggil oleh masjid untuk mengisi slot pada sambutan Maulidur Rasul peringkat masjid. Kedatangan amat ramai! Terasa seolah-olah sebuah perkampungan Islam yang diidamkan. Akal budak kecil seperti saya ketika itu hanya tahu main-main saja. Tapi, kesannya barulah saya dapat kecapi pada hari ini bilamana suasana itu sudah tidak wujud lagi.

Bercerita tentang indahnya syurga, menyebabkan kita akan bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama. Bercerita tentang nikmatnya syurga akan membangkitkan lagi rasa cinta kita terhadap Allah swt. Ia juga akan dapat menerapkan sifat berkasih sayang sesama manusia lantaran hati setiap insan telah menjadi satu dan apabila antara hati – hati ini bertemu, ia akan dapat membuahkan sifat cintakan Allah.

Saya mengajak anda sekalian untuk berfantasi berkaitan keindahan syurga. Dalam sebuah buku kalau tidak silap saya berjudul Alam Ghaib, ada memberi gambaran tentang nikmatnya syurga. Apabila penghuni syurga masuk ke dalam syurga, mereka tidak mahu keluar lagi. Pabila kita berjalan, tiba-tiba melintas di hadapan kita seekor binatang. Serta merta nafsu makan kita datang dan berkeinginan untuk makan binatang tersebut. Dengan lintasan keinginan itu, maka binatang itu pun terhidang siap dengan aroma yang menusuk kalbu. Maka kita pun nikmati hidangan itu.

Perjalanan diteruskan menyusuri sepanjang tempat. Tiba terdengar kocakan air di bahagian lembah. Maka bila pergi ke arah itu, satu panorama sungai yang sangat indah. Bila menjejakkan kaki ke airnya, satu kedinginan yang luar biasa. Bila mandi di airnya, seolah-olah seperti mandi di dalam nikmat. Bila meminum airnya, terasa satu kemanisan yang amat sedap sehingga mahu saja diminum air di sepanjang sungai itu.

Selesai mandi, mahu naik ke tebing, bidadari-bidadari telah sedia menghulurkan tangan menyambut kita. Layanan yang melampaui raja itu akan terjadi jika kita berkehendak terhadap perkara itu.

Macam tu lah lebih kurang isi di dalam buku itu yang membayangkan seolah-olah kehidupan kita ketika sudah berada di syurga. Seumpama kita mengembara ke satu daerah yang tidak ada lagi peraturan, bebas, dan buat apa sahaja. Bila membaca buku itu, terasa seperti kita di antara penghuni syurga tersebut.

Apabila bercerita tentang syurga, dan hati kita akan berasa akan nikmatnya syurga itu pabila mendengarnya, maka hati kita masih lagi belum buta dan boleh ada potensi untuk digilap agar ia mampu membawa diri kita sebagai di antara penghuni syurga dan mana turut didiami oleh Nabi-nabi dan sahabat.

Untuk masuk syurga, syarat utamanya ialah taat pada perintah Allah. Bercita-cita besar untuk membangunkan Islam sehingga berjaya menguasi dunia. Untuk itu, Islam yang sedia ada kita anuti sekarang ini seharusnya kita cambahkan agar ia mampu tumbuh mekar dan memberi naungan kepada umat yang lain. Sebagai seorang insan yang mempunyai kesedaran, jadilah diri kita sebagai ‘tukang tanam’ benih Islam ini. Dan jagalah ia, siramilah ia dan bila ia sudah membesar kelak, maka kita kutiplah hasilnya. Tiada lain hasil yang kita harapkan melainkan Islam itu menjadi tinggi dan disayangi oleh umat Islam yang lain.

Dipetik dari http://www.safa.blogdrive.com/ – bandaraya safa

Bahaya Lisan (Afatul Lisan)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. 49:11)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)

1. PERINTAH BERKATA BAIK

Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepadamanusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan keinginan-keinginannya dengansesama manusia. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapanbaik, buruk, keji, dsb.Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadibermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat manusia untuk berkatabaik dan menghindari perkataan buruk. Allah SWT berfirman :

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkanperkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkanperselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyatabagi manusia.” QS. 17: 53”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik danbantahlah mereka dengan cara yang baik…” QS. 16:125

Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah iaberkata baik atau diam.” HR. Muttafaq alaih“

Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punyamaka dengan ucapan yang baik “ Muttafaq alaih“

Ucapan yang baik adalah sedekah” HR. Muslim.

2. KEUTAMAAN DIAM

Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut manusia sangat besar, dan tidak ada yangdapat menahannya kecuali diam. Oleh karena itu dalam agama kita dapatkananjuran diam dan perintah pengendalian bicara. Sabda Nabi:

“ Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis danjenggot), dan antara dua pahanya, saya jamin dia masuk sorga” HR. Al Bukhariy“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dantidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya” HR AhmadKetika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga,Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketikaditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitumulut dan kemaluan” HR. At Tirmidziy

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya,Allah akan tutupi keburukannya” HR. Abu Nuaim.Ibnu Mas’ud berkata : “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama akupenjarakan dari pada mulutku sendiri”Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif

Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyakmendengar dari pada berbicara.

3.lMACAM-MACAM AFATUL-LISAN, PENYEBAB DAN TERAPINYA

Ucapan yang keluar dari mulut kita dapat dikategorikan dalam empat kelompok :murni membahayakan, ada bahaya dan manfaat, tidak membahayakan dan tidakmenguntungkan, dan murni menguntungkan.Ucapan yang murni membahayakan maka harus dijauhi, begitu juga yangmengandung bahaya dan manfaat. Sedangkan ucapan yang tidak ada untung ruginyamaka itu adalah tindakan sia-sia, merugikan. Tinggallah yang keempat yaituucapan yang menguntungkan.Berikut ini akan kita bahas afatul lisan dari yang paling tersembunyi sampaiyang paling berbahaya. Ada dua puluh macam bahaya lisan, yaitu:

1. Berbicara sesuatu yang tidak perlu

Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorangadalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” HR AtTirmidziy”

Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan yang seandainya anda diam tidakberdosa, dan tidak akan membahayakan diri maupun orang lain. Seperti menanyakansesuatu yang tidak diperlukan. Contoh pertanyaan ke orang lain “apakah andapuasa, jika dijawab YA, membuat orang itu riya, jika dijawab TIDAK padahal iapuasa, maka dusta, jika diam tidak dijawab, dianggap tidak menghormati penanya.Jika menghindari pertanyaan itu dengan mengalihkan pembicaraan maka menyusahkan orang lain mencari – cari bahan, dst.

Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu.Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan kecintaan, atau sekedar mengisiwaktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalamperbuatan tercela.Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang palingberharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan dirisendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulut akandimintai pertanggung jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorgaatau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih dirisenantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan.

2. Fudhulul-Kalam ( Berlebihan dalam berbicara)

Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakuppembicaraan yang tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun melebihikebutuhan yang secukupnya. Seperti sesuatu yang cukup dikatakan dengan satukata, tetapi disampaikan dengan dua kata, maka kata yang kedua ini “fudhul”(kelebihan).

Firman Allah : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakanbisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruhbersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia” QS.4:114.

Rasulullah SAW bersabda : “Beruntunglah orang yang dapat menahan 3. kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ HR. AlBaghawiy.Ibrahim At Taymiy berkata : Seorang mukmin ketika hendak berbicara, iaberfikir dahulu, jika bermanfaat dia ucapkan, dan jika tidak maka tidakdiucapkan. Sedangkan orang fajir (durhaka) sesungguhnya lisannya mengalir saja”Berkata Yazid ibn Abi Hubaib :”Di antara fitnah orang alim adalah ketikaia lebih senang berbicara daripada mendengarkan. Jika orang lain sudah cukupberbicara, maka mendengarkan adalah keselamatan, dan dalam berbicara adapolesan, tambahan dan pengurangan.

3. Al Khaudhu fil bathil (Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil)

Pembicaraan yang batil adalah pembicaraan ma’siyat, seperti menceritakantentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb, yang tidak terbilang jumlahnya.Pembicaraan seperti ini adalah perbuatan haram, yang akan membuat pelakunyabinasa. Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan ucapan yang Allah murkai,ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga harikiamat” HR Ibn Majah.“ Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang palingbanyak terlibat dalam pembicaraan batil” HR Ibnu Abiddunya.

Allah SWT menceritakan penghuni neraka. Ketika ditanya penyebabnya, merekamenjawab: “ …dan adalah kami membicarakan yang batil bersama denganorang-orang yang membicarakannya” QS. 74:45Terhadap orang-orang yang memperolok-olokkan Al Qur’an, Allah SWTmemperingatkan orang-orang beriman :”…maka janganlah kamu duduk besertamereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya(kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka.” QS.4:140

4. Al Jidal (Berbantahan dan Perdebatan)


Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan orang lain dengan menyerangdan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak akurat. Biasanya orangyang diserang merasa tidak suka, dan penyerang ingin menunjukkan kesalahan oranglain agar terlihat kelebihan dirinya.Hal ini biasanya disebabkan oleh taraffu’ (rasa tinggi hati)karena kelebihan dan ilmunya, dengan menyerang kekurangan orang lain.Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tersesat suatu kaum setelah merekamendapatkan hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan” HR. AtTirmidziyImam Malik bin Anas berkata : “Perdebatan akan mengeraskan hati danmewariskan kekesalan”

5. Al Khusumah (pertengkaran)

Jika orang yang berdebat menyerang pendapat orang lain untuk menjatuhkanlawan dan mengangkat kelebihan dirinya. Maka al khusumah adalahsikap ingin menang dalam berbicara (ngotot) untuk memperoleh hak atau hartaorang lain, yang bukan haknya. Sikap ini bisa merupakan reaksi atas orang lain,bisa juga dilakukan dari awal berbicara.Aisyah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yangpaling dibenci Allah adalah orang yang bermusuhan dan suka bertengkar” HR.Al Bukhariy

6. Taqa’ur fil-kalam (menekan ucapan)

Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan mamaksakandiri bersyajak dan menekan-nekan suara, atau penggunaan kata-kata asing.Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di harikiamat, adalah orang-orang yang buruk akhlaknya di antara kamu, yaitu orang yangbanyak bicara, menekan-nekan suara, dan menfasih-fasihkan kata”. HR. AhmadTidak termasuk dalam hal ini adalah ungkapan para khatib dalam memberikannasehat, selama tidak berlebihan atau penggunaan kata-kata asing yang membuatpendengar tidak memahaminya. Sebab tujuan utama dari khutbah adalah menggugahhati, dan merangsang pendengar untuk sadar. Di sinilah dibutuhkan bentuk-bentukkata yang menyentuh.

7. Berkata keji, jorok dan caci maki

Berkata keji, jorok adalah pengungkapan sesuatu yang dianggap jorok/tabudengan ungkapan vulgar, misalnya hal-hal yang berkaitan dengn seksual, dsb. Halini termasuk perbuatan tercela yang dilarang agama. Nabi bersabda :

“Jauhilah perbuatan keji. Karena sesungguhnya Allah tidak suka sesuatu yangkeji dan perbuatan keji” dalam riwayat lain :”Surga itu haram bagisetiap orang yang keji”. HR. Ibnu Hibban“Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk, berkata kejidan jorok” HR. At Tirmidziy.Ada seorang A’rabiy (pedalaman) meminta wasiat kepada Nabi :Sabda Nabi : “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencelakekuranganmu, maka jangan kau balas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanyaada padanya dan pahalanya ada padamu. Dan janganlah kamu mencaci maki siapapun. KataA’rabiy tadi : “Sejak itu saya tidak pernah lagi mencaci maki orang”.HR. Ahmad.

“Termasuk dalam dosa besar adalah mencaci maki orang tua sendiri” Parasahabat bertanya : “Bagaimana seseorang mencaci maki orang tua sendiri? Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”. HR. Ahmad.

Perkataan keji dan jorok disebabkan oleh kondisi jiwa yang kotor, yangmenyakiti orang lain, atau karena kebiasaan diri akibat pergaulan denganorang-orang fasik (penuh dosa) atau orang-orang durhaka lainnya.

8. La’nat (kutukan)

Penyebab munculnya kutukan pada sesama manusia biasanya adalah satu dari tigasifat berikut ini, yaitu : kufur, bid’ah dan fasik. Dan tingkatan kutukannyaadalah sebagai berikut :

– Kutukan dengan menggunakan sifat umum, seperti : semoga Allah mengutukorang kafir, ahli bid’ah dan orang-orang fasik.-Kutukan dengan sifat yang lebih khusus, seperti: semoga kutukan Allahditimpakan kepada kaum Yahudi, Nasrani dan Majusi, dsb.-Kutukan kepada orang tertentu, seperti : si fulan la’natullah. Hal inisangat berbahaya kecuali kepada orang-orang tertentu yang telah Allahberikan kutukan seperti Fir’aun, Abu Lahab, dsb. Dan orang-orang selainyang Allah tentukan itu masih memiliki kemungkinan lain.

-Kutukan yang ditujukan kepada binatang, benda mati , atau orang tertentuyang tidak Allah tentukan kutukannya, maka itu adalah perbuatan tercela yanghaus dijauhi. Sabda Nabi :

“ Orang beriman bukanlah orang yang suka mengutuk” HR At Tirmidziy“Janganlah kamu saling mengutuk dengan kutukan Allah, murka-Nya maupunjahanam” HR. At Tirmidziy.“Sesungguhnya orang-orang yang saling mengutuk tidak akan mendapatkansyafaat dan menjadi saksi di hari kiamat” HR. Muslim.

9. Ghina’ (nyanyian) dan Syi’r (syair)

Syair adalah ungkapan yang jika baik isinya maka baik nilainya, dan jikaburuk isinya buruk pula nilainya. Hanya saja tajarrud (menfokuskan diri) untuk hanya bersyair adalah perbuatan tercela. Rasulullah SAWbersabda :“Sesungguhnya memenuhi rongga dengan nanah, lebih baik dari padamemenuhinya dengan syair” HR Muslim. Said Hawa mengarahkan hadits ini padasyair-syair yang bermuatan buruk.Bersyair secara umum bukanlah perbuatan terlarang jika di dalamnya tidakterdapat ungkapan yang buruk. Buktinya Rasulullah pernah memerintahkan Hassanbin Tsabit untuk bersyair melawan syairnya orang kafir.

10. Al Mazah (Sendau gurau)

Secara umum mazah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama,kecuali sebagian kecil saja yang diperbolehkan. Sebab dalam gurauan sering kaliterdapat kebohongan, atau pembodohan teman. Gurauan yang diperbolehkan adalahgurauan yang baik, tidak berdusta/berbohong, tidak menyakiti orang lain, tidakberlebihan dan tidak menjadi kebiasaan. Seperti gurauan Nabi dengan istri danpara sahabatnya.

Kebiasaan bergurau akan membawa seseorang pada perbuatan yang kurang berguna.Disamping itu kebiasaan ini akan menurunkan kewibawaan.

Umar bin Khatthab berkata : “Barang siapa yang banyak bercanda, maka iaakan diremehkan/dianggap hina”.Said ibn al Ash berkata kepada anaknya : “Wahai anakku, janganlah bercandadengan orang mulia, maka ia akan dendam kepadamu, jangan pula bercanda denganbawahan maka nanti akan melawanmu”

11. As Sukhriyyah (Ejekan) dan Istihza'( cemoohan)

Sukhriyyah berarti meremehkan orang lain dengan mengingatkanaib/kekurangannya untuk ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau peragaan dihadapannya. Jika dilakukan tidak di hadapan orang yang bersangkutan disebut ghibah(bergunjing).Perbuatan ini terlarang dalam agama. Firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olok kaum yang lain(karena) boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yangmengolok-olok dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain(karena) boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olok itu lebih baik dari yangmengolok-olok “ QS. 49:11

Muadz bin Jabal ra. berkata : Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Barangsiapa yang mencela dosa saudaranya yang telah bertaubat, maka ia tidak akan matisebelum melakukannya” HR. At Tirmidziy”

12. Menyebarkan rahasia

Menyebarkan rahasia adalah perbuatan terlarang. Karena ia akan mengecewakanorang lain, meremehkan hak sahabat dan orang yang dikenali.

Rasulullah SAWbersabda :“Sesungguhnya orang yang paling buruk tempatnya di hari kiamat, adalahorang laki-laki yang telah menggauli istrinya, kemudian ia ceritakanrahasianya”. HR. Muslim.

13. Janji palsu

Mulut sering kali cepat berjanji, kemudian hati mengoreksi dan memutuskantidak memenuhi janji itu. Sikap ini menjadi pertanda kemunafikan seseorang.Firman Allah : “Wahai orang-orang beriman tepatilah janji…” QS5:1Pujian Allah SWT pada Nabi Ismail as: “Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya..” QS 19:54

Rasulullah SAW bersabda : “ada tiga hal yang jika ada pada seseorangmaka dia adalah munafiq, meskipun puasa, shalat, dan mengaku muslim. Jikaberbicara dusta, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khiyanat”Muttafaq alaih dari Abu Hurairah.

14. Bohong dalam berbicara dan bersumpah

Berbohong dalam hal ini adalah dosa yang paling buruk dan cacat yang palingbusuk. Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya berbohong akan menyeret orang untuk curang. Dan kecuranganakan menyeret orang ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang berbohong akanterus berbohong hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pembohong” Muttafaqalaih.“Ada tiga golongan yang Allah tidak akan menegur dan memandangnya di harikiamat, yaitu : orang yang membangkit-bangkit pemberian, orang yang menjualdagangannya dengan sumpah palsu, dan orang yang memanjangkan kain sarungnya”HR Muslim.

“Celaka orang berbicara dusta untuk ditertawakan orang, celaka dia, celakadia” HR Abu Dawud dan At Tirmidziy

15. Ghibah (Bergunjing)

Ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama. Rasulullah pernahbertanya kepada para sahabat tentang arti ghibah. Jawab para sahabat: ”HanyaAllah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Sabda Nabi: “ghibah adalahmenceritakan sesuatu dari saudaramu, yang jika ia mendengarnya ia tidakmenyukainya.” Para sahabat bertanya : “Jika yang diceritakan itu memang ada?Jawab Nabi : ”Jika memang ada itulah ghibah, jika tidak ada maka kamu telahung ke ghibah sbg salah satu afamengada-ada” HR Muslim.Al Qur’an menyebut perbuatan ini sebagai memakan daging saudara sendiri (QS.49:12)Ghibah bisa terjadi dengan berbagai macam cara, tidak hanya ucapan, bisa jugatulisan, peragaan. dsb.Hal-hal yang mendorong terjadinya ghibah adalah hal-hal berikut ini :

a. Melampiaskan kekesalan/kemarahan

b. Menyenangkan teman atau partisipasi bicara/cerita

c. Merasa akan dikritik atau cela orang lain, sehingga orang yang dianggaphendak mencela itu jatuh lebih dahulu.

d. Membersihkan diri dari keterikatan tertentu

e. Keinginan untuk bergaya dan berbangga, dengan mencela lainnya

f. Hasad/iri dengan orang lain

g.Bercanda dan bergurau, sekedar mengisi waktu

h.Menghina dan meremehkan orang lain.

Terapi ghibah sebagaimana terapi penyakit akhlak lainnya yaitu dengan ilmudan amal.Secara umum ilmu yang menyadarkan bahwa ghibah itu berhadapan dengan murkaAllah. Kemudian mencari sebab apa yang mendorongnya melakukan itu. Sebab padaumumnya penyakit itu akan mudah sembuh dengan memotong penyebabnya.Menceritakan kekurangan orang lain dapat dibenarkan jika terdapat alasanberikut ini:

a. Mengadukan kezaliman orang lain kepada qadhi

b. Meminta bantuan untuk merubah kemunkaran

c. Meminta fatwa,seperti yang dilakukan istri Abu Sufyan pada Nabi.

d.Memperingatkan kaum muslimin atas keburukan seseorang

e. Orang yang dikenali dengan julukan buruknya, seperti al a’raj (pincang),dst.

f. Orang yang diceritakan aibnya, melakukan itu dengan terang-terangan(mujahir)

Hal-hal penting yang harus dilakukan seseorang yang telah berbuat ghibah adalah :

a. Menyesali perbuatan ghibahnya itu

b. Bertaubat, tidak akan mengualnginya lagi

c. Meminta maaf/dihalalkan dari orang yang digunjingkan

16. Namimah (adu domba)

Namimah adalah menyampaika pembicaraan seseorang kepada orang lain

17. Perkataan yang berlidah dua

18. Menyanjung

19. Kurang cermat dalam berbicara (asal bunyi)

20. Melibatkan diri secara bodoh pada beberapapengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan

Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh

Friday, July 25th, 2008

Penyusun: Ummu Sufyan

Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa’labah Ghanam bin Auf. Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit, yaitu Aus bin Shamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat Rasulullah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam peperangan, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama Rabi’.

Suatu hari, Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya sedang menghadapi suatu masalah. Masalah tersebut kemudian memicu kemarahannya terhadap Khaulah, sehingga dari mulut Aus terucap perkataan, “Bagiku, engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar dan duduk-duduk bersama orang-orang. Beberapa lama kemudian Aus masuk rumah dan ‘menginginkan’ Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah islam (yaitu dhihaar). Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sampai Allah dan Rasul-Nya memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa dan berdialog tentang peristiwa tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan dengan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.” Sesudah itu Khaulah senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Beliau berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku mengadu tentang peristiwa yang menimpa diriku.” Tiada henti-hentinya wanita ini ini berdo’a hingga suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sadar, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dirimu dan suamimu.” kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat…..” sampai firman Allah: “Dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang pedih.” (QS. Al-Mujadalah:1-4)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarah dhihaar, yaitu memerdekakan budak, jika tidak mampu memerdekakan budak maka berpuasa dua bulan berturut-turut atau jika masih tidak mampu berpuasa maka memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin.

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh islam, wanita yang telah menghentikan khalifah Umar bin Khaththab saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Dalam sebuah riwayat, Umar berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka saya akan mengerjakan shalat kemudian kembali untuk mendengarkannya hingga selesai keperluannya.”

Alangkah bagusnya akhlaq Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan hanya kepada Allah Ta’ala. Beliau berdo’a tak henti-hentinya dengan penuh harap, penuh dengan kesedihan dan kesusahan serta penyesalan yang mendalam. Sehingga do’anya didengar Allah dari langit ketujuh.

Allah berfirman yang artinya, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada–Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hikmah

Tidak setiap do’a langsung dikabulkan oleh Allah. Ada faktor-faktor yang menyebabkan do’a dikabulkan serta adab-adab dalam berdo’a, diantaranya:

  1. Ikhlash karena Allah semata adalah syarat yang paling utama dan pertama, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Al-Mu’min: 14)
  2. Mengawali do’a dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diakhiri dengan shalawat lalu tahmid.
  3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Khaulah binti Tsa’labah radhiyallahu ‘anha.
  4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a, tidak terburu-buru serta khusyu’ dalam berdo’a.
  5. Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.
  6. Serta hal-hal lain yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selain hal-hal di atas, agar do’a kita terkabul maka hendaknya kita perhatikan waktu, keadaan, dan tempat ketika kita berdo’a. Disyari’atkan untuk berdo’a pada waktu, keadaan dan tempat yang mustajab untuk berdo’a. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang penting bagi terkabulnya do’a. Diantara waktu-waktu yang mustajab tersebut adalah:

  1. Malam Lailatul qadar.
  2. Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir.
  3. Akhir setiap shalat wajib sebelum salam.
  4. Waktu di antara adzan dan iqomah.
  5. Pada saat turun hujan.
  6. Serta waktu, keadaan, dan tempat lainnya yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga Allah memberikan kita taufiq agar kita semakin bersemangat dan memperbanyak do’a kepada Allah atas segala hajat dan masalah kita. Saudariku, jangan sekali pun kita berdo’a kepada selain-Nya karena tiada Dzat yang berhak untuk diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan janganlah kita berputus asa ketika do’a kita belum dikabulkan oleh Allah. Wallahu Ta’ala a’lam.

Maraji’:

  1. Wanita-wanita Teladan di Masa Rasulullah (Pustaka At-Tibyan)
  2. Do’a dan Wirid (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz – Pustaka Imam Syafi’i)

***

Artikel http://www.muslimah.or.id


Blog Stats

  • 30,179 hits
September 2017
S S R K J S M
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930