Menatap Hari Esok

ANAK MUDA 17 TAHUN DENGAN MODAL “DENGKUL” DAN LAMBAIAN TANGAN, MENDAPATKAN KONTRAK SENILAI $10.000

Posted on: April 7, 2015

ANAK MUDA 17 TAHUN DENGAN MODAL ZONK DAN LAMBAIAN TANGAN, MENDAPATKAN KONTRAK SENILAI $10.000

(Tulisan Pak Teguh Husadani)onasis
Alkisah, ada seorang anak muda berusia 17 tahun bernama Ari. Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi gara guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang.

Ari tidak lulus sekolah. Masa depan tampak suram baginya. Beberapa hari setelah upacara penyerahan ijazah, salah seorang temannya melihat Ari berjalan tanpa tujuan di taman kota. Ia mencoba menghibur hati Ari. “Jangan khawatir, Ari, kau lihat nanti, semua akan beres. Kau coba sekali lagi tahun depan. Kau pasti lulus.” “Goblok,” jawab Ari. “Kau kira saya akan tinggal saja selamanya di sini? Dunia ini sempit. Saya tidak perlu ijazah. Pada suatu hari kau akan heran akan apa yang saya lakukan.”

Ari kemudian merantau kota Buenos Aires, Argentina. Bawaannya sebuah koper tua dan uang sebanyak $450. Tanpa ijazah, tanpa pekerjaan, uang dan koneksi orang berpengaruh, Ari terpaksa melakukan berbagai pekerjaan kasar. Ia menjadi kenek tukang batu, kuli pengangkut bata pada suatu proyek pembangunan, tukang cuci piring di restoran, dan akhirnya menjadi magang instalator listrik di perusahaan telepon.

Suatu kali, Ari tiba-tiba mendapat ide. Pada masa itu, tembakau dari negaranya terkenal baik, bahkan diklasifikasikan di antara tembakau-tembakau paling enak oleh para ahli. Namun, karena masalah pengimporan dan penyediaan, barang ini menjadi sukar didapat.

Ari mengetahui rumah Juan Gaona, seorang pengusaha tembakau terbesar di Argentina. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ari selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya, selama 15 hari berturut-turut pengusaha itu tidak mempedulikannya. Tapi karena Ari selalu melambaikan tangan setiap hari,
Juan Gaona itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu , selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Ari lalu menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus dari negara saya. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat kontrak pembelian dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban yang meyakinkan dari pemuda itu, Juan Gaona lalu menandatangani kontrak pembelian tembakau seharga $10.000 dengan komisi sebesar 5% untuk Ari.

Bermodalkan kontrak pembelian dari Juan Gaona, Ari pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di negaranya untuk di jual ke Argentina lewat perusahaan tembakau Juan Gaona. Maka, jadilah Ari menjadi orang kaya pada usia yang masih muda.

Tahukah Anda, siapakah Ari itu? Dia adalah Aristotle Onassis, raja kapal yang berasal dari Yunani. Dengan kesuksesannya di bisnis tembakau, ia kemudian mampu mencetak penghasilan satu juta dollar pertamanya dalam usianya ke-25, dengan memiliki kapal-kapal komersial, kapal tanker dan kapal penangkap ikan paus. Setelah itu ia terkenal sebagai orang kaya kelas dunia dengan kekayaan tersimpan di 217 bank di seluruh dunia dan memiliki 95 perusahaan di bidang perkapalan, penerbangan, minyak, emas,pariwisata, dan lain-lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 30,413 hits
April 2015
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: