Menatap Hari Esok

10 Paradox

Posted on: Desember 18, 2008

Mihaly menyatakan ada 10 sikap paradok yang dimiliki oleh orang-orang Kreatif. Berikut analisis dan komentar pribadi saya terhadap 10 sikap paradok tersebut.

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

Komentar:

Manusia tetaplah manusia, seseorang yang kreatif, sekalipun Superman tidak akan selalu terlihat seperti macan yang siap menerkam musuh-musuhnya. Selalu siaga dan perkasa dalam beraktivitas. Superman pun butuh istirahat, makan, dan menikmati hidup seperti manusia pada umumnya. Serta Superman juga butuh ketenangan jiwa, sesekali menyepi ataupun menyendiri di suatu tempat yang menenangkan. seperti suatu hadits yang berbunyi. Muslim itu bagaikan singa di siang harinya dan bagaikan rahib di malam hari ‘Ruhbanun Billail Wafursanun Binnahar’.

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

Seseorang yang kreatif tentunya akan terlihat cerdas, walaupun pada awalnya terlihat seperti orang aneh ataupun terlihat bodoh dengan banyak bertanya bahkan hal-hal yang terlihat sepele. orang kreatif biasanya banyak bertanya, dan hal itu justru membuat mereka terlihat cerdas dan lugu di saat bersamaan. Namun, walaupun memiliki kelebihan seseorang yang kreatif tidak boleh menyombongkan diri. Dan selalulah bersikap ikhlash dalam mengerjakan sesuatu. Karena ilmu tanpa amal tidak ada artinya, dan amal tanpa ikhlas tidak bernilai disisi Tuhan.
3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Seseorang yang kreatif pastinya sangat semangat dan berjiwa pembelajar serta pantang menyerah. Seseorang yang kreatif pastinya menyenangi apa yang ia tekuni. So, ia pasti sangat fokus dengan bidang yang ia tekuni itu, asyik dengan dunianya. Dalam kondisi tersebut, secara tidak langsung, makhluk tersebut dapat dikatakan irresponsibility karena seharusnya dia masih merupakan bagian dari komunitas-komunitas lain dimana dia mempunyai peran dan tanggung jawab tersendiri yang diabaikan.

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

semua orang memiliki imaginasi dan fantasi yang luar biasa. Bedanya orang kreatif, mereka memberi waktu yang lebih dalam imaginasi dan fantasy tersebut serta merasakan dengan sense dari kehidupannya lebih dari yang lain dengan caranya sendiri. sehingga menimbulkan pikiran yang berandai-andai dunia yang lebih indah ala mereka. selanjutnya adalah sama, dimana pada dasarnya semua orang ingin dunia yang nyaman bagi dirinya masing-masing.

bedanya adalah kebanyakan orang mengesampingkan fantasy dalam pikiran mereka dengan ungkapan- ungkapan seperti “…harus realistis… u wish..”, atau menghindari realita-realita yang ada dengan ungkapan “..gak mungkin…”, “…Are you kidding…”.

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Orang yang kreatif terkadang extrovert namun disisi lain terkadang juga introvert. Ketika sedang asyik dengan dunianya, ia lebih cenderung introvert, tidak peduli dengan hal-hal disekelilingnya. Fokus pada apa yang dia tekuni. Apa kata orang, tidak perlu ia hiraukan. Namun, ketika mengekspresikan ide-idenya, dia akan terlihat extrovert dan sangat mudah memahami lingkungan dan orang-orang disekelilingnya, agar dapat menangkap ide tersebut. Orang yang kreatif juga harus memiliki sense of crysis dan sense of belonging terhadap orang-orang disekitarnya. Untuk memperbaiki kondisi yang ada, dengan segala kemampuannya. Contohnya seperti Muhammad yunus dengan Gramming banknya.

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Walaupun seorang yang kreatif sangat bangga dengan hasil karyanya, namun mereka tetap rendah hati karena tidak pernah puas berkarya, setiap kali berkarya mereka tetap merasa belum cukup baik, mereka berbangga diri karena mereka dapat mewujudkan ide mereka. namun, tetap ingin mencapai sesuatu yang lebih dari apa yang sudah dicapai agar mendekati kesempurnaan.

“Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dan hari esok harus jauh lebih baik dari hari ini”

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

singkat kata, kreativitas tidak mempunyai batasan, apalagi batasan yang dibuat-buat sendiri seperti peran-peran gender yang kaku. Semua berhak kreatif dan menyampaikan ide-idenya. Asalkan mampu dipertanggungjawabkan didunia dan akhirat.

8. Creative people are both rebellious and conservative.

Orang kreatif memberontak pada hal2 yang membatasi ide mereka. Mind set orang yang kreatif terkadang berbeda suhu dengan orang lain. Terkadang orang lain tidak bisa menangkat kreatifitas dan ide orang yang kreatif ini. Sehingga menjadi jiwa pemberontak yang keluar dari mind set kebanyakan orang “out of the box”. Tidak seperti katak dalam tempurung, namun hancurkan tempurung tersebut agar bisa melihat dunia luar. Disisi lain mereka menjadi konservatif ketika berusaha mewujudkan idenya dan konsentrasi pada hal tersebut….intinya….tidak bisa diganggu gugat jika sudah “keukeuh…” pada prinsip, pendirian dan keyakinannya.

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Objektivitas ialah suatu variabel utama penilaian dari orang lain terhadap ide-ide ataupun kreasi kita. Orang kreatif memang memiliki semangat (“ghirah”) yang kuat atas hal yang mereka kerjakan atau tekuni namun mereka harus tetap objektif terhadap hal tersebut. Dan saya setuju orang yang paling kreatif ialah yang bisa menilai objektif terhadap ide-ide dan kreatifitas yang mereka tekuni. Bahkan orang-orang lain pun memiliki penilaian yang sama dengan orang yang kreatif tersebut. bahkan sangat menerima kreativitas dan inovasi yang kita sampaikan.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Orang-orang yang kreatif haruslah terbuka dan memiliki kepekaan. Terbuka dan peka terhadap perkembangan zaman, lingkungan sekitar, perkembangan teknologi dan informasi serta tren yang sedang berkembang. Sehingga ide-ide serta kreativitas mereka bisa “up to date” seiring berjalannya waktu.

Namun, yang harus diperhatikan, keterbukaan dan kepekaan tersebut jangan sampai mendzolimi atau menyakiti diri sendiri ketika mengekspos ide dan kreatifitas mereka. Berkontribusi optimal boleh, namun pikirkan juga kondisi dan kebutuhan diri sendiri. Tubuh/jasad juga punya hak, ruh/jiwa juga punya hak, otak/fikriyah juga punya hak. jadi jangan sampai kita memenuhi salah satu hak saja. Harus seimbang (tawazun). Dan kalu sudah berkeluarga… jangan lupa keluarga atau istri kita juga punya hak… Walaupun mereka menikmatinya, namun hal -hal diatas harap menjadi catatan penting… “Wahai jiwa-jiwa yang kreatif perhatikan baik2 yah….”

Intinya:” jangan keterlaluan dan berlebihan!!!”

From Creativity: The Work and Lives of 91 Eminent People, by Mihaly Csikszentmihalyi, published by HarperCollins, 1996.

Silahkan bagi teman-teman yang ingin juga menganalisis dan berkomentar….?

Salam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 29,815 hits
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d blogger menyukai ini: