Menatap Hari Esok

Bahaya Lisan (Afatul Lisan)

Posted on: Desember 12, 2008

Bahaya Lisan (Afatul Lisan)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. 49:11)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)

1. PERINTAH BERKATA BAIK

Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepadamanusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan keinginan-keinginannya dengansesama manusia. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapanbaik, buruk, keji, dsb.Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadibermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat manusia untuk berkatabaik dan menghindari perkataan buruk. Allah SWT berfirman :

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkanperkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkanperselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyatabagi manusia.” QS. 17: 53”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik danbantahlah mereka dengan cara yang baik…” QS. 16:125

Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah iaberkata baik atau diam.” HR. Muttafaq alaih“

Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punyamaka dengan ucapan yang baik “ Muttafaq alaih“

Ucapan yang baik adalah sedekah” HR. Muslim.

2. KEUTAMAAN DIAM

Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut manusia sangat besar, dan tidak ada yangdapat menahannya kecuali diam. Oleh karena itu dalam agama kita dapatkananjuran diam dan perintah pengendalian bicara. Sabda Nabi:

“ Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis danjenggot), dan antara dua pahanya, saya jamin dia masuk sorga” HR. Al Bukhariy“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dantidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya” HR AhmadKetika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga,Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketikaditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitumulut dan kemaluan” HR. At Tirmidziy

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya,Allah akan tutupi keburukannya” HR. Abu Nuaim.Ibnu Mas’ud berkata : “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama akupenjarakan dari pada mulutku sendiri”Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif

Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyakmendengar dari pada berbicara.

3.lMACAM-MACAM AFATUL-LISAN, PENYEBAB DAN TERAPINYA

Ucapan yang keluar dari mulut kita dapat dikategorikan dalam empat kelompok :murni membahayakan, ada bahaya dan manfaat, tidak membahayakan dan tidakmenguntungkan, dan murni menguntungkan.Ucapan yang murni membahayakan maka harus dijauhi, begitu juga yangmengandung bahaya dan manfaat. Sedangkan ucapan yang tidak ada untung ruginyamaka itu adalah tindakan sia-sia, merugikan. Tinggallah yang keempat yaituucapan yang menguntungkan.Berikut ini akan kita bahas afatul lisan dari yang paling tersembunyi sampaiyang paling berbahaya. Ada dua puluh macam bahaya lisan, yaitu:

1. Berbicara sesuatu yang tidak perlu

Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorangadalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” HR AtTirmidziy”

Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan yang seandainya anda diam tidakberdosa, dan tidak akan membahayakan diri maupun orang lain. Seperti menanyakansesuatu yang tidak diperlukan. Contoh pertanyaan ke orang lain “apakah andapuasa, jika dijawab YA, membuat orang itu riya, jika dijawab TIDAK padahal iapuasa, maka dusta, jika diam tidak dijawab, dianggap tidak menghormati penanya.Jika menghindari pertanyaan itu dengan mengalihkan pembicaraan maka menyusahkan orang lain mencari – cari bahan, dst.

Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu.Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan kecintaan, atau sekedar mengisiwaktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalamperbuatan tercela.Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang palingberharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan dirisendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulut akandimintai pertanggung jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorgaatau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih dirisenantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan.

2. Fudhulul-Kalam ( Berlebihan dalam berbicara)

Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakuppembicaraan yang tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun melebihikebutuhan yang secukupnya. Seperti sesuatu yang cukup dikatakan dengan satukata, tetapi disampaikan dengan dua kata, maka kata yang kedua ini “fudhul”(kelebihan).

Firman Allah : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakanbisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruhbersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia” QS.4:114.

Rasulullah SAW bersabda : “Beruntunglah orang yang dapat menahan 3. kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ HR. AlBaghawiy.Ibrahim At Taymiy berkata : Seorang mukmin ketika hendak berbicara, iaberfikir dahulu, jika bermanfaat dia ucapkan, dan jika tidak maka tidakdiucapkan. Sedangkan orang fajir (durhaka) sesungguhnya lisannya mengalir saja”Berkata Yazid ibn Abi Hubaib :”Di antara fitnah orang alim adalah ketikaia lebih senang berbicara daripada mendengarkan. Jika orang lain sudah cukupberbicara, maka mendengarkan adalah keselamatan, dan dalam berbicara adapolesan, tambahan dan pengurangan.

3. Al Khaudhu fil bathil (Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil)

Pembicaraan yang batil adalah pembicaraan ma’siyat, seperti menceritakantentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb, yang tidak terbilang jumlahnya.Pembicaraan seperti ini adalah perbuatan haram, yang akan membuat pelakunyabinasa. Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan ucapan yang Allah murkai,ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga harikiamat” HR Ibn Majah.“ Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang palingbanyak terlibat dalam pembicaraan batil” HR Ibnu Abiddunya.

Allah SWT menceritakan penghuni neraka. Ketika ditanya penyebabnya, merekamenjawab: “ …dan adalah kami membicarakan yang batil bersama denganorang-orang yang membicarakannya” QS. 74:45Terhadap orang-orang yang memperolok-olokkan Al Qur’an, Allah SWTmemperingatkan orang-orang beriman :”…maka janganlah kamu duduk besertamereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya(kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka.” QS.4:140

4. Al Jidal (Berbantahan dan Perdebatan)


Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan orang lain dengan menyerangdan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak akurat. Biasanya orangyang diserang merasa tidak suka, dan penyerang ingin menunjukkan kesalahan oranglain agar terlihat kelebihan dirinya.Hal ini biasanya disebabkan oleh taraffu’ (rasa tinggi hati)karena kelebihan dan ilmunya, dengan menyerang kekurangan orang lain.Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tersesat suatu kaum setelah merekamendapatkan hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan” HR. AtTirmidziyImam Malik bin Anas berkata : “Perdebatan akan mengeraskan hati danmewariskan kekesalan”

5. Al Khusumah (pertengkaran)

Jika orang yang berdebat menyerang pendapat orang lain untuk menjatuhkanlawan dan mengangkat kelebihan dirinya. Maka al khusumah adalahsikap ingin menang dalam berbicara (ngotot) untuk memperoleh hak atau hartaorang lain, yang bukan haknya. Sikap ini bisa merupakan reaksi atas orang lain,bisa juga dilakukan dari awal berbicara.Aisyah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yangpaling dibenci Allah adalah orang yang bermusuhan dan suka bertengkar” HR.Al Bukhariy

6. Taqa’ur fil-kalam (menekan ucapan)

Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan mamaksakandiri bersyajak dan menekan-nekan suara, atau penggunaan kata-kata asing.Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di harikiamat, adalah orang-orang yang buruk akhlaknya di antara kamu, yaitu orang yangbanyak bicara, menekan-nekan suara, dan menfasih-fasihkan kata”. HR. AhmadTidak termasuk dalam hal ini adalah ungkapan para khatib dalam memberikannasehat, selama tidak berlebihan atau penggunaan kata-kata asing yang membuatpendengar tidak memahaminya. Sebab tujuan utama dari khutbah adalah menggugahhati, dan merangsang pendengar untuk sadar. Di sinilah dibutuhkan bentuk-bentukkata yang menyentuh.

7. Berkata keji, jorok dan caci maki

Berkata keji, jorok adalah pengungkapan sesuatu yang dianggap jorok/tabudengan ungkapan vulgar, misalnya hal-hal yang berkaitan dengn seksual, dsb. Halini termasuk perbuatan tercela yang dilarang agama. Nabi bersabda :

“Jauhilah perbuatan keji. Karena sesungguhnya Allah tidak suka sesuatu yangkeji dan perbuatan keji” dalam riwayat lain :”Surga itu haram bagisetiap orang yang keji”. HR. Ibnu Hibban“Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk, berkata kejidan jorok” HR. At Tirmidziy.Ada seorang A’rabiy (pedalaman) meminta wasiat kepada Nabi :Sabda Nabi : “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencelakekuranganmu, maka jangan kau balas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanyaada padanya dan pahalanya ada padamu. Dan janganlah kamu mencaci maki siapapun. KataA’rabiy tadi : “Sejak itu saya tidak pernah lagi mencaci maki orang”.HR. Ahmad.

“Termasuk dalam dosa besar adalah mencaci maki orang tua sendiri” Parasahabat bertanya : “Bagaimana seseorang mencaci maki orang tua sendiri? Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”. HR. Ahmad.

Perkataan keji dan jorok disebabkan oleh kondisi jiwa yang kotor, yangmenyakiti orang lain, atau karena kebiasaan diri akibat pergaulan denganorang-orang fasik (penuh dosa) atau orang-orang durhaka lainnya.

8. La’nat (kutukan)

Penyebab munculnya kutukan pada sesama manusia biasanya adalah satu dari tigasifat berikut ini, yaitu : kufur, bid’ah dan fasik. Dan tingkatan kutukannyaadalah sebagai berikut :

– Kutukan dengan menggunakan sifat umum, seperti : semoga Allah mengutukorang kafir, ahli bid’ah dan orang-orang fasik.-Kutukan dengan sifat yang lebih khusus, seperti: semoga kutukan Allahditimpakan kepada kaum Yahudi, Nasrani dan Majusi, dsb.-Kutukan kepada orang tertentu, seperti : si fulan la’natullah. Hal inisangat berbahaya kecuali kepada orang-orang tertentu yang telah Allahberikan kutukan seperti Fir’aun, Abu Lahab, dsb. Dan orang-orang selainyang Allah tentukan itu masih memiliki kemungkinan lain.

-Kutukan yang ditujukan kepada binatang, benda mati , atau orang tertentuyang tidak Allah tentukan kutukannya, maka itu adalah perbuatan tercela yanghaus dijauhi. Sabda Nabi :

“ Orang beriman bukanlah orang yang suka mengutuk” HR At Tirmidziy“Janganlah kamu saling mengutuk dengan kutukan Allah, murka-Nya maupunjahanam” HR. At Tirmidziy.“Sesungguhnya orang-orang yang saling mengutuk tidak akan mendapatkansyafaat dan menjadi saksi di hari kiamat” HR. Muslim.

9. Ghina’ (nyanyian) dan Syi’r (syair)

Syair adalah ungkapan yang jika baik isinya maka baik nilainya, dan jikaburuk isinya buruk pula nilainya. Hanya saja tajarrud (menfokuskan diri) untuk hanya bersyair adalah perbuatan tercela. Rasulullah SAWbersabda :“Sesungguhnya memenuhi rongga dengan nanah, lebih baik dari padamemenuhinya dengan syair” HR Muslim. Said Hawa mengarahkan hadits ini padasyair-syair yang bermuatan buruk.Bersyair secara umum bukanlah perbuatan terlarang jika di dalamnya tidakterdapat ungkapan yang buruk. Buktinya Rasulullah pernah memerintahkan Hassanbin Tsabit untuk bersyair melawan syairnya orang kafir.

10. Al Mazah (Sendau gurau)

Secara umum mazah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama,kecuali sebagian kecil saja yang diperbolehkan. Sebab dalam gurauan sering kaliterdapat kebohongan, atau pembodohan teman. Gurauan yang diperbolehkan adalahgurauan yang baik, tidak berdusta/berbohong, tidak menyakiti orang lain, tidakberlebihan dan tidak menjadi kebiasaan. Seperti gurauan Nabi dengan istri danpara sahabatnya.

Kebiasaan bergurau akan membawa seseorang pada perbuatan yang kurang berguna.Disamping itu kebiasaan ini akan menurunkan kewibawaan.

Umar bin Khatthab berkata : “Barang siapa yang banyak bercanda, maka iaakan diremehkan/dianggap hina”.Said ibn al Ash berkata kepada anaknya : “Wahai anakku, janganlah bercandadengan orang mulia, maka ia akan dendam kepadamu, jangan pula bercanda denganbawahan maka nanti akan melawanmu”

11. As Sukhriyyah (Ejekan) dan Istihza'( cemoohan)

Sukhriyyah berarti meremehkan orang lain dengan mengingatkanaib/kekurangannya untuk ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau peragaan dihadapannya. Jika dilakukan tidak di hadapan orang yang bersangkutan disebut ghibah(bergunjing).Perbuatan ini terlarang dalam agama. Firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olok kaum yang lain(karena) boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yangmengolok-olok dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain(karena) boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olok itu lebih baik dari yangmengolok-olok “ QS. 49:11

Muadz bin Jabal ra. berkata : Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Barangsiapa yang mencela dosa saudaranya yang telah bertaubat, maka ia tidak akan matisebelum melakukannya” HR. At Tirmidziy”

12. Menyebarkan rahasia

Menyebarkan rahasia adalah perbuatan terlarang. Karena ia akan mengecewakanorang lain, meremehkan hak sahabat dan orang yang dikenali.

Rasulullah SAWbersabda :“Sesungguhnya orang yang paling buruk tempatnya di hari kiamat, adalahorang laki-laki yang telah menggauli istrinya, kemudian ia ceritakanrahasianya”. HR. Muslim.

13. Janji palsu

Mulut sering kali cepat berjanji, kemudian hati mengoreksi dan memutuskantidak memenuhi janji itu. Sikap ini menjadi pertanda kemunafikan seseorang.Firman Allah : “Wahai orang-orang beriman tepatilah janji…” QS5:1Pujian Allah SWT pada Nabi Ismail as: “Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya..” QS 19:54

Rasulullah SAW bersabda : “ada tiga hal yang jika ada pada seseorangmaka dia adalah munafiq, meskipun puasa, shalat, dan mengaku muslim. Jikaberbicara dusta, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khiyanat”Muttafaq alaih dari Abu Hurairah.

14. Bohong dalam berbicara dan bersumpah

Berbohong dalam hal ini adalah dosa yang paling buruk dan cacat yang palingbusuk. Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya berbohong akan menyeret orang untuk curang. Dan kecuranganakan menyeret orang ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang berbohong akanterus berbohong hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pembohong” Muttafaqalaih.“Ada tiga golongan yang Allah tidak akan menegur dan memandangnya di harikiamat, yaitu : orang yang membangkit-bangkit pemberian, orang yang menjualdagangannya dengan sumpah palsu, dan orang yang memanjangkan kain sarungnya”HR Muslim.

“Celaka orang berbicara dusta untuk ditertawakan orang, celaka dia, celakadia” HR Abu Dawud dan At Tirmidziy

15. Ghibah (Bergunjing)

Ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama. Rasulullah pernahbertanya kepada para sahabat tentang arti ghibah. Jawab para sahabat: ”HanyaAllah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Sabda Nabi: “ghibah adalahmenceritakan sesuatu dari saudaramu, yang jika ia mendengarnya ia tidakmenyukainya.” Para sahabat bertanya : “Jika yang diceritakan itu memang ada?Jawab Nabi : ”Jika memang ada itulah ghibah, jika tidak ada maka kamu telahung ke ghibah sbg salah satu afamengada-ada” HR Muslim.Al Qur’an menyebut perbuatan ini sebagai memakan daging saudara sendiri (QS.49:12)Ghibah bisa terjadi dengan berbagai macam cara, tidak hanya ucapan, bisa jugatulisan, peragaan. dsb.Hal-hal yang mendorong terjadinya ghibah adalah hal-hal berikut ini :

a. Melampiaskan kekesalan/kemarahan

b. Menyenangkan teman atau partisipasi bicara/cerita

c. Merasa akan dikritik atau cela orang lain, sehingga orang yang dianggaphendak mencela itu jatuh lebih dahulu.

d. Membersihkan diri dari keterikatan tertentu

e. Keinginan untuk bergaya dan berbangga, dengan mencela lainnya

f. Hasad/iri dengan orang lain

g.Bercanda dan bergurau, sekedar mengisi waktu

h.Menghina dan meremehkan orang lain.

Terapi ghibah sebagaimana terapi penyakit akhlak lainnya yaitu dengan ilmudan amal.Secara umum ilmu yang menyadarkan bahwa ghibah itu berhadapan dengan murkaAllah. Kemudian mencari sebab apa yang mendorongnya melakukan itu. Sebab padaumumnya penyakit itu akan mudah sembuh dengan memotong penyebabnya.Menceritakan kekurangan orang lain dapat dibenarkan jika terdapat alasanberikut ini:

a. Mengadukan kezaliman orang lain kepada qadhi

b. Meminta bantuan untuk merubah kemunkaran

c. Meminta fatwa,seperti yang dilakukan istri Abu Sufyan pada Nabi.

d.Memperingatkan kaum muslimin atas keburukan seseorang

e. Orang yang dikenali dengan julukan buruknya, seperti al a’raj (pincang),dst.

f. Orang yang diceritakan aibnya, melakukan itu dengan terang-terangan(mujahir)

Hal-hal penting yang harus dilakukan seseorang yang telah berbuat ghibah adalah :

a. Menyesali perbuatan ghibahnya itu

b. Bertaubat, tidak akan mengualnginya lagi

c. Meminta maaf/dihalalkan dari orang yang digunjingkan

16. Namimah (adu domba)

Namimah adalah menyampaika pembicaraan seseorang kepada orang lain

17. Perkataan yang berlidah dua

18. Menyanjung

19. Kurang cermat dalam berbicara (asal bunyi)

20. Melibatkan diri secara bodoh pada beberapapengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 29,815 hits
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
%d blogger menyukai ini: