Menatap Hari Esok

Archive for November 2008

berbhakti pada ortu

 

Lelaki Berbakti pada Ibu dan Istri Berbakti pada Suami

Assalamu’alaikum wr wb,

Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak
menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri
kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik
bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu
mertuanya.

Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing.
Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada
Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten
harus menghormati Jenderal. Sehingga ada keteraturan.

Sebaliknya kalau semua merasa jendera, maka yang ada
kekacauan.

Meski demikian Islam juga mengajarkan agar pemimpin
tidak sewenang-wenang dan menyayangi orang yang
dipimpinnya. Seorang suami misalnya punya kewajiban
menafkahi secara lahir dan batin pada keluarganya.

bhakti pada suami

 

Berikut hadits-hadits tentang itu.

Seorang pria harus berbakti pada ibunya:
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan
bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk
aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab:
Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah
saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi:
Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian
ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah
saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim
No.4621)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin
untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua
orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi
saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang
(dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim
No.4623)

Ada pun seorang istri harus berbakti pada suaminya.
Sebab pada ijab-qabul, maka ayah mempelai wanita
sebagai wali telah menyerahkan anaknya kepada sang
suami.

Seorang istri harus berbakti pada suaminya:

Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya
maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim
dan Tirmidzi)

Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan)
seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya
meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al
Hakim)

Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat
tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan
jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar
(meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya,
tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak
disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)

Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang
suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya.
(Mutafaq’alaih)

Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada
orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin
suaminya. (HR. Ahmad)

Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan
kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku
akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena
besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR.
Ahmad)


Blog Stats

  • 29,815 hits
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930